Komplotan Pencuri Terekam CCTV Gasak Rokok di Minimarket Sragen

Pemilik minimarket Dua Saudara di Desa Gawan, Tanon, Sragen, Hartati, 43, (kiri) memberikan keterangan ihwal pencurian di tokonya, Minggu (30/9 - 2018). (Solopos/Kurniawan)
30 September 2018 19:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Minimarket Dua Saudara yang beralamat di Desa Gawan, Tanon, Sragen, dibobol komplotan pencuri yang menggasak rokok, Sabtu (29/9/2018) dini hari. Akibat kejadian itu pemilik toko mengalami kerugian sekitar Rp71 juta.

Pemilik toko, Hartati, 43, saat diwawancarai wartawan, Minggu (30/9/2018), menuturkan aksi pencurian itu kali pertama diketahui suaminya pada Sabtu pagi. Saat itu suami Hartati bermaksud membuka toko sekitar pukul 06.30 WIB.

Tapi dia kaget mengetahui gembok tokonya sudah raib. Setelah dicek ternyata beberapa barang dagangan, paling banyak rokok, sudah raib. Uang tunai yang disimpan di laci meja kasir senilai Rp10 jutMinimarket Dua Saudara yang beralamat di Desa Gawan, Tanon, Sragen, dibobol komplotan pencuri yang menggasak rokok, Sabtu (29/9/2018) dini hari. Akibat kejadian itu pemilik toko mengalami kerugian sekitar Rp71 juta.a pun sudah tidak ada.

“Kerugian materiil ya itu, uang tunai Rp10 juta dan beberapa uang pecahan Rp1.000-Rp2.000 senilai Rp1 juta. Kerugian terbesar dari hilangnya beberapa bal rokok berbagai merek, ludes semua. Nilainya sekitar Rp60 juta,” ujar dia.

Hartati menuturkan kejadian itu telah dilaporkan ke Polsek Tanon pada Sabtu pagi. Hartati juga telah menyerahkan barang bukti rekaman kamera closed circuit television (CCTV) kepada polisi.

Di rekaman tersebut terlihat lima orang masuk ke toko lewat pintu depan. Mereka diduga menjebol pintu dengan cara menggergaji gembok pintu. “Ada lima orang yang masuk ke toko mereka terekam kamera CCTV saya,” kata dia.

Hartati berharap dari bukti rekaman tersebut polisi bisa mengidentifikasi siapa para pelaku pencurian di tokonya. Kendati mengenakan jaket yang ditutupkan ke kepala, wajah mereka masih sedikit terlihat.

“Empat pelaku memakai jaket dan ditutupkan kepala, satu orang tak pakai jaket tapi pakai masker. Gerak-gerik mereka sepertinya kami tahu. Beberapa di antara mereka pernah membeli rokok di toko saya,” sambung Hartati.

Dia menduga para pelaku masih berusia relatif muda. Dia mengisahkan pada malam sebelum kejadian tokonya tutup sekitar pukul 23.30 WIB. Hartati dan suaminya menutup sendiri toko saat itu sebelum tidur.

Mereka sekeluarga tidur di lantai II. Lantaran lelah, mereka tak mendengar adanya suara mencurigakan pada Sabtu dini hari. “Mudah-mudahan pelakunya tertangkap. Agar tak terjadi peristiwa serupa,” harap dia.

Terpisah, Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, melalui Kapolsek Tanon, AKP Heru Budiarto, mengonfirmasinya adanya laporan tindak pencurian di Toko Dua Saudara Gawan. Kasus itu menurut dia masih diselidiki.