Pertunjukan Wayang Kulit Iringi Pengurasan Umbul Gedaren Klaten

Pertunjukan wayang kulit digelar saat pengurasan Umbul Gedaren di Jatinom, Klaten, Sabtu (29/9 - 2018). (Solopos/Cahyadi Kurniawan)
30 September 2018 13:35 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Umbul Tirto Pawitro Sari yang dikenal juga dengan nama Umbul Gedaren di Desa Gaderan, Kecamatan Jatinom, Klaten, dikuras pada Sabtu (29/9/2018). Pengurasan itu diiringi pergelaran wayang kulit dengan lakon Baratayudha.

Kepala Desa (Kades) Gedaren, Sri Waluyo, mengatakan pengurasan umbul merupakan agenda sejak ratusan tahun lalu. Umbul dibersihkan setiap bulan Sura.

Pembersihan umbul dilakukan selama tiga hari oleh warga beberapa dukuh secara bergantian. “Puncaknya hari ini pengurasan umbul disertai upacara tradisi dan wayang kulit,” kata dia saat ditemui Solopos.com di sela-sela acara di Dukuh/Desa Gedaren, Sabtu.

Waluyo menerangkan pengurasan umbul dimaksudkan untuk merawat sumber mata air itu. Air umbul Gedaren selama ini dimanfaatkan untuk mencuci, mandi, dan irigasi sekitar 20 hektare sawah di Gedaren bagian timur.

Dengan dikuras, debit air umbul diharapkan tak pernah susut sepanjang tahun. “Kalau secara batiniah, ini merupakan wujud syukur warga atas karunia air yang melimpah dan jernih dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” beber dia.