Dangdutan di Lereng Merapi, Ternyata Ini Tujuannya

Pedangdut tampil di panggung yang berdiri di lapangan Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Klaten, Minggu (30/9). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
30 September 2018 21:45 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Kardus bertuliskan “Dana Seikhlasnya Merapi Peduli Lombok” terpasang di tepi panggung. Sesekali penonton yang bergoyang di tengah lapangan mengeluarkan uang dari dompet mereka dan memasukkannya ke kardus.

Di samping panggung, 18 set perangkat sound system terpasang. Belasan sound system itu menjadi pengeras suara bagi 62 pedangdut yang tampil secara bergantian diiringi pemusik yang jumlah totalnya 200 orang.

Pentas dangdut itu menjadi bagian dari kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana gempa bumi di Lombok, NTB. Kegiatan digelar di lapangan Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Klaten, Minggu (30/9/2018).

Selain pentas dangdut, aksi amal dimeriahkan komunitas senam sehat serta delapan kelompok jatilan dengan penggalangan dana digelar mulai pukul 07.00 WIB. Hingga pukul 14.00 WIB, dana yang terkumpul sekitar Rp103 juta dan penggalangan dana masih berlangsung hingga pukul 24.00 WIB.

Wakil ketua panitia, Marsudi, mengatakan aksi amal digelar dengan melibatkan berbagai elemen di kawasan lereng Gunung Merapi. Mereka diantaranya seniman, sukarelawan, komunitas sepeda motor, organisasi kemasyarakatan, paguyuban sopir truk, serta para penambang. “Kami di sini melebur mengatasnamakan Sahabat Merapi,” tutur Marsudi saat ditemui di sela-sela acara.

Marsudi menuturkan tak ada dana yang dikeluarkan untuk kegiatan tersebut. Seluruh biaya berasal dari sumbangan komunitas serta elemen yang ada di wilayah lereng Merapi. “Kami pernah merasakan ketika terkena bencana erupsi Merapi sangatlah berat. Maka dari itu saat ini ada saudara-saudara yang terkena bencana gempa bumi, kami berupa mengumpulkan elemen di lereng Merapi untuk bisa berbagi,” urai dia.

Dana yang terkumpul dari aksi amal itu akan disalurkan langsung perwakilan sukarelawan ke Lombok. Selain Lombok, warga lereng Merapi juga berencana menggelar kegiatan serupa untuk penggalangan dana bagi korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Kalau diizinkan setelah kegiatan ini kami ada gelombang kedua dengan acara serupa menggalang dana untuk korban bencana di Sulawesi Tengah,” tuturnya.

Salah satu anggota Pasukan Uruk Merapi, Purwanto, 30, menuturkan dari hasil pengumpulan dana paguyuban para sopir truk galian C itu didapatkan dana sekitar Rp2 juta. Dana dikumpulkan dari 90 anggota paguyuban.

Sementara itu, Kepala Desa Tlogowatu, Suprat Widoyo, mengatakan acara penggalangan dana sudah disiapkan sejak 10 hari silam. Ia berharap acara serupa bisa digelar rutin untuk kegiatan sosial lainnya. Mungkin bisa untuk kegiatan penggalangan dana bagi warga miskin atau untuk bantuan air bersih,” urai dia.