Ada Flyover Manahan Solo, Parkir Tepi Jalan dr. Moewardi bakal Dihapus

Pengendara sepeda motor melintasi jalur lambat dekat proyek pembangunan flyover Manahan, Jl. MT. Haryono, Manahan, Banjarsari, Solo, Minggu (2/9 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
01 Oktober 2018 15:05 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mewacanakan menghapus parkir on street (tepi jalan) di Jl. dr. Moewardi Solo. Penghapusan parkir tersebut dilakukan seiring beroperasinya flyover (jalan layang) Manahan.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, M. Usman, aktivitas parkir di lokasi tersebut berpotensi menghambat arus lalu lintas.

Adanya aktivitas parkir terutama di sekitar Lapangan Kota Barat dinilai bakal mengurangi kapasitas jalan. Apalagi di sana banyak terdapat lokasi usaha, sekolah, hingga tempat kursus yang tidak memiliki ruang parkir yang memadai.

“Potensi menghambat arus lalu lintasnya sangat tinggi. Jadi parkir on street di Jalan dr. Moewardi kita pertimbangkan untuk dihapus,” kata dia ketika berbincang dengan solopos.com, Minggu (30/9/2018).

Sebagai solusi, Dishub akan memusatkan lokasi parkir Jl. dr. Moewardi Solo ke bekas lapangan voli di sisi selatan Lapangan Kota Barat. Nantinya akan didirikan gedung parkir untuk sepeda motor, sementara mobil bisa diparkir di dalam lapangan.

Opsi pemusatan area parkir tersebut dinilai ideal. Guna mendukung rencana itu, pihaknya bersiap menyusun detail pemanfaatan lahan di sisi selatan Lapangan Kota Barat tersebut.

"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, karena di sana rencananya juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi pedagang kaki lima (PKL),” katanya.

Usman mengatakan idealnya ruang bebas parkir berjarak 100 meter dari titik nol jalan layang. Dengan demikian jalan di area flyover Manahan Solo harus benar-benar bebas parkir.

Sedangkan kondisi saat ini, di sisi barat dan timur Jl. dr. Moewardi Solo tersedia satu lajur area parkir berkapasitas 40-an mobil. Untuk ketersediaan lahan parkir bagi kendaraan roda dua telah disediakan pengelola masing-masing bangunan di kawasan tersebut.

Nantinya di sekitar ujung badan jalan layang sisi selatan mestinya disediakan ruang bebas hambatan lalu lintas. Yang artinya harus bebas parkir. Hal ini dimaksudkan guna menjamin kelancaran laju kendaraan, yang hendak menuju jalan layang maupun sebaliknya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo Hari Prihatno mengatakan aktivitas parkir di ruas jalan dr. Moewardi berpotensi menganggu manajemen lalu lintas.

“Saya kira Jalan dr. Moewardi tidak mungkin untuk parkir, jadi mungkin bisa dipusatkan ke salah satu lokasi,” katanya.

Lahan selatan lapangan Kota Barat dibidik sebagai kantong parkir. Namun demikian, Hari belum bisa menghitung berapa kapasitas lahan tersebut. Saat ini Dishub tengah mematangkan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) di sejumlah ruas jalan usai jalan layang Manahan dibuka untuk umum.

"Kami akan menggelar simulasi MRLL tersebut, setelah jalan layang siap dilintasi kendaraan," katanya.