Jembatan Tirtonadi Solo Dibangun, Warga Malah Cemas

Kemacetan di Jl. A. Yani ruas Terminal Tirtonadi, Solo, beberapa waktu lalu. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
01 Oktober 2018 22:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah warga Solo mencemaskan kondisi Jl. A. Yani jika setelah Jembatan Tirtonadi baru kelar dibangun. Posisi jembatan yang lebih tinggi dinilai rawan membuat Jl. A. Yani kebanjiran.

Seorang pengendara sepeda motor asal Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Soni Kuncoro, 33, mempertanyakan rencana pembangunan Jembatan Tirtonadi baru. Dia penasaran apakah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan tetap membangun badan jembatan tersebut lebih tinggi dari badan Jl. A. Yani atau tidak.

Menurut Soni, jika pemerintah membuat badan jalan jembatan lebih tinggi, kondisi Jl. Yani hampir bisa dipastikan bakal lebih sering dan mudah terkena banjir saat hujan.

"Saya lihat badan jalan simpang Tirtonadi sudah mulai ditinggikan, disesuaikan dengan badan jalan Jembatan Tirtonadi. Ketinggiannya sekarang beda dengan badan Jl. A. Yani. Kalau hujan, Jl. A. Yani saya yakin banjir. Air hujan pada lari ke Jl. A. Yani yang berada lebih rendah," kata Soni saat ditemui Solopos.com di antara kemacetan Jl. A. Yani ruas depan Terminal Tirtonadi, Senin (1/10/2018) pagi

Pengendara sepeda motor lain, Antony, 46, juga khawatir Jl. A. Yani ruas Terminal Tirtonadi-perempatan Gilingan semakin sering kebanjiran setelah pembangunan jembatan. Laki-laki asal Kelurahan Sumber tersebut menyarankan pemerintah meninggikan juga Jl. A. Yani hingga setara dengan badan jalan perempatan Tirtonadi atau Jembatan Tirtonadi.

"Selama ini yang terjadi saat hujan, Jl. A. Yani di sekitar terminal langsung digenangi air. Andai Jl. A. Yani tidak ditinggikan sama seperti jembatan Tirtonadi, banjirnya jelas akan lebih parah atau lebih tinggi," jelas Anthony.

Saat dimintai konfirmasi, Koordinator Pengelola Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto, menyebut rencananya Jl. A. Yani bakal ikut ditinggikan sama seperti tinggi badan jalan Jembatan Tirtonadi.

Dia mengklaim pemerintah sudah beberapa kali membahas mengenai dampak pembangunan Jembatan Tirtonadi baru. Joko menyebut jika ikut tidak ditinggikan, Jl. A. Yani rawan terjadi banjir saat hujan.

Air dari simpang Tirtonadi yang sudah ditinggikan otomatis lari ke Jl. A. Yani yang lebih rendah. "Belum lama ini saya ikut rapat membahas soal dampak proyek penggantian Jembatan Tirtonadi. Jl. A. Yani di depan terminal rencananya ikut ditinggikan hingga simpang Taman Balaikambang," kata dia.

Terkait air hujan yang jatuh di jalan, solusinya akan disalurkan ke depan pintu air Tirtonadi. Jadi tak akan terjadi banjir lagi di jalan depan terminal termasuk di jalur masuk bus.

"Saya yakin jalur pembuangan air di jalur masuk bus sudah dikondisikan juga oleh kontraktor," jelas Joko.