5 Parpol Tak Ikut Deklarasi Pemilu Damai di Sragen

Deklarasi Pemilu 2019 bersih, damai, dan bermartabat di Museum Sangiran Sragen, Senin (1/10 - 2018). (Solopos/Kurniawan)
01 Oktober 2018 20:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Lima partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 di Kabupaten Sragen tidak mengikuti deklarasi Pemilu damai, bersih, dan bermartabat yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen di Museum Sangiran, Senin (1/10/2018) siang.

Kelima parpol tersebut yaitu PDIP, Partai Golkar, Partai Nasdem, PAN, dan PPP. Ketua Bawaslu Sragen, Dwi Budhi Prasetyo, saat diwawancarai wartawan seusai acara mengaku kecewa dengan kelima parpol yang tidak mengikuti deklarasi Pemilu damai itu.

"Mereka sebetulnya sudah kami beri surat undangan sepekan lalu, kalau tidak Rabu ya Kamis. Ya sedikit kecewa. Acara ini digelar untuk mereka malah tidak datang. Mungkin karena kegiatan ini bareng agenda sidang paripurna DPRD," ujar dia.

Dwi Budhi menjelaskan segera melayangkan surat ke lima parpol yang tidak ikut deklarasi. Mereka akan dimintai penjelasan ihwal ketidakhadiran dalam deklarasi. Selanjutnya Bawaslu akan mengundang pengurus parpol agar menandatangani deklarasi.

"Deklarasi ini akan kami lanjutkan dengan menyurati pengurus parpol-parpol yang hari ini [Senin] tidak daang. Apakah mereka punya komitmen untuk ikut menjaga Pemilu 2019 yang kondusif atau tidak. Akan kami layangi surat lalu kami panggil satu-satu," kata dia.

Dwi Budhi menerangkan deklarasi damai melibatkan berbagai pemangku kepentingan pemilu mulai dari peserta pemilu, penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, kepolisian, kejaksaan, forkompincam, panwascam, hingga unsur kepala desa (kades).

Museum Sangiran dipilih sebagai tempat penyelenggaraan deklarasi, menurut Dwi Budhi, lantaran merupakan ikon wisata edukasi unggulan Sragen. Dia ingin Museum Sangiran yang telah diakui dunia semakin dikenal masyarakat Sragen dan luar Sragen.

"Kami merasa terpanggil ikut mempromosikan Sangiran yang merupakan warisan kekayaan dunia. Apalagi setelah berbincang-bincang dengan sejumlah kawan, ternyata banyak di antara mereka yang belum pernah berkunjung ke Museum Sangiran," urai dia.

Sementara itu, pengurus sejumlah parpol yang tidak mengikuti deklarasi Pemilu damai mengaku sudah mendelegasikan agenda tersebut kepada perwakilannya. Tapi diduga karena perwakilan itu ada kesibukan mendadak sehingga tak bisa hadir.

"Kami berkomitmen menjaga pemilu damai. Mungkin kader kami ada acara lain," kata Sekretaris DPD Partai Golkar Sragen, Sri Pambudi yang mengaku sudah mendelegasikan kegiatan itu kepada kadernya, Handoko. 

Penjelasan senada disampaikan Sekretaris DPC PDIP Sragen, Suparno. Menurut dia, PDIP telah menugasi seorang kadernya hadir dan ikut deklarasi damai yang digelar Bawaslu Sragen. Tapi dia tidak tahu alasan kenapa kader tersebut tak hadir.

Pengurus PAN, Partai Nasdem, dan PPP belum bisa dimintai keterangan. Mereka tidak menjawab panggilan telepon dari Solopos.com Senin siang hingga sore.