Infrastruktur Boyolali: Butuh 3 Bulan untuk Bikin Replika Borobudur

Pekerja memasang bagian candi pada replika Candi Borobudur di simpang Kragilan, Mosojongo, kawasan Alun-Alun Lor Boyolali, Jumat (28/9 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
01 Oktober 2018 14:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Pemkab Boyolali akan memasang replika tujuh keajaiban dunia yang semuanya terbuat dari bahan keramik di simpang Asrikanto dan simpang Kragilan, Boyolali.

Replika Menara Pisa, Menara Eiffel, dan Patung Liberty akan dipasang simpang Asrikanto, Kecamatan Boyolali Kota. Sedangkan replika Candi Borobudur, Taj Mahal, Spinx, dan Piramida menghiasi simpang Kragilan, Kecamatan Mojosongo.

Replika tersebut semuanya dikerjakan PT Nuanza Porcelain di Ngadirojo, Kecamatan Ampel, Boyolali. Sang pembuat replika, Anda Suhanda, mengatakan tanah liat yang dipakai sebagai bahan dasar replika didatangkan dari Sukabumi, Jawa Barat.

Alasannya, tanah Sukabumi ini merupakan tanah yang paling kuat menahan panas dalam proses pembakaran. “Keramik ini dibakar dengan suhu 1.240 derajat Celcius dan sejauh ini tanah Sukabumi yang tahan. Sedangkan tanah liat di daerah lain di Jawa Tengah tak kuat menahan panas,” ujarnya saat ditemui di sela-sela pemasangan replika Candi Borobudur di simpang Kragilan, Jumat (28/9/2018).

Untuk membuat replika bangunan-bangunan tersebut dibutuhkan waktu yang tidak singkat, dimulai dari pembuatan master untuk cetakan, dilanjutkan dengan pembakaran, dan seterusnya.

Untuk membuat master, dibutuhkan ketelitian, khususnya mengenai bentuk dan ukuran yang harus mirip dan sesuai dengan perbandingan aslinya. Salah ukuran sedikit saja akan membuat replika ini tidak bagus.

Pembuatan replika-replika itu dilakukan per bagian untuk mempermudah dalam pemasangannya. Anda mengatakan pembuatan replika paling lama adalah Candi Borobudur karena item-item penyusunnya cukup banyak dan memiliki detail yang kompleks.

Untuk membuat replika candi setinggi 2,5 meter dan lebar bawah 6,5 meter x 6,5 meter dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan dan dikerjakan 20 orang. Pada replika candi ini terdapat 476 master cetakan untuk berbagai bagian.

“Replika kami 85 persennya dibuat sama dengan aslinya. Memang ada bagian-bagian yang tidak dibuat sama karena sangat detail sehingga susah untuk ditiru. Bagian ini misalnya pada diorama, karena masing-masing diorama asli memiliki bentuk berbeda. Saat survei ke Borobudur, kami sudah menanyakan kepada guide bagian [diorama] mana yang paling penting,” kata dia.

Sementara itu, candi ini terdiri atas banyak bagian sehingga sangat dibutuhkan kecermatan dalam pemasangannya. Dia berharap pemasangan semua bagian replika Candi Borobudur ini akan selesai 20 Oktober mendatang sebelum melanjutkan dengan pemasangan replika lainnya di bundaran itu.