Cepogo Boyolali Terapkan Cara Ini Agar Warga Tak Buang Sampah di Sungai

Pejalan kaki melintas di dekat spanduk larangan membuang sampah di jembatan Sungai Gandul di perbatasan Desa Mliwis dan Desa Paras, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Kamis (27/9 - 2018)u. (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
01 Oktober 2018 17:05 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Pemerintah Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, menerapkan sistem persampahan perkotaan ke desa-desa di wilayah tersebut.

Camat Cepogo Insan Adi Asmono mengatakan selama ini banyak warga desa yang membuang sampah di aliran sungai. Akibatnya, pada musim kemarau seperti saat ini sampah menumpuk dan menimbulkan pemandangan yang tidak indah. Selain itu, sampah juga menimbulkan bau yang tidak sedap dan mengganggu warga di sekitarnya.

“Selama ini kan masih ada masyarakat membuang sampah di sungai. Karenanya Kami akan mencoba menerapkan sistem persampahan di desa-desa seperti sistem persampahan di perkotaan,” ujarnya, Minggu (30/9/2018).

Menurutnya, sampah dari warga desa akan diangkut dengan gerobak sampah dan selanjutnya akan dibuang di tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Dari TPS, sampah akan diangkut oleh truk milik Pemkab untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Winong di Boyolali Kota.

“Ini sudah kami mulai di Desa Tumang [Kecamatan Cepogo]. Kami tadi [kemarin] menyerahkan bantuan gerobak sampah dari DLH [Dinas Lingkungan Hidup] untuk dimanfaatkan warga guna mengangkut sampah dari rumah-rumah penduduk,” kata dia.

Pihaknya juga mengedukasi warga untuk menjaga kebersihan dengan cara terjun langsung membersihkan sampah  yang menumpuk di sungai-sungai.

Kegiatan ini sudah dilakukan di Sungai Tegopati, di Desa Tumang, Minggu (30/9/2018). Pembersihan sampah di sungai itu melibatkan warga masyarakat setempat, organisasi perangkat daerah (OPD) pemkab Boyolali yang terkait, serta sukarelawan.

Sebelumnya, kegiatan serupa juga dilakukan di Sungai Gandul, tepatnya di sekitar jembatan yang berada di wilayah perbatasan Desa Mliwis dan Desa Paras selama tiga hari sejak Senin (24/9/2018).

Saking banyaknya sampah, sebuah ekskavator didatangkan untuk mengeruk sampah-sampah. Selanjutnya sampah diangkut dengan truk ke TPA Winong.

Di lokasi tersebut juga dipasang spanduk larangan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah di lokasi tersebut. Dan untuk mengantisipasi kembalinya masyarakat membuang sampah, di lokasi itu juga ditempatkan sebuah bak sampah portabel (arm roll).