Tiap Malam, Puluhan Orang Berendam di Umbul Gedaren Klaten

Umbul Gedaren di Jatinom, Klaten. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
01 Oktober 2018 13:15 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Umbul Tirto Pawitro Sari yang dikenal juga dengan nama Umbul Gedaren di Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Klaten, hampir tiap malam ramai dikunjungi orang yang ingin berendam di airnya.

Kepala Desa Gedaren, Sri Waluyo, menyebut rata-rata ada 20-30 orang yang berendam di umbul tersebut pada malam hari. Mereka datang dari berbagai daerah.

Air umbul itu dipercaya bisa untuk terapi penyembuhan beberapa jenis penyakit. Saat Subuh, misalnya, air umbul dimanfaatkan untuk terapi pengobatan gejala sakit stroke atau penyakit syaraf.

“Setiap malam ada 20-30 orang berendam di sini. Selama ini tidak ada pungutan retribusi artinya masih digratiskan. Pengunjung hanya membayar parkir,” kata Waluyo saat dijumpai Solopos.com di desa tersebut, Sabtu (29/9/2018).

Pemerintah Desa (Pemdes) Gedaren berencana memanfaatkan Umbul Gedaren itu untuk pariwisata. Untuk pengembangan desa wisata itu, lanjut Kades, Pemdes menggelontorkan dana Rp400 juta lebih dari Dana Desa untuk pembangunan kolam terapi dan kolam renang hiburan.

Proses konstruksi sedang berjalan. Penataan wisata air Umbul Gedaren diharapkan bisa membuka peluang usaha baru, membuka lapangan kerja, dan diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dari semua itu muaranya adalah ada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutur Waluyo.