Hak Pilih Anda di Pemilu 2019 Sudah Terdaftar? Cek Via Website Ini

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
01 Oktober 2018 12:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Warga negara yang memenuhi syarat sebagai pemilih dapat mengecek hak pilih pada Pemilu 2019 melalui website Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Website yang dimaksud adalah www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id. Masyarakat bisa mengakses website bikinan KPU itu melalui smartphone maupun personal computer (PC).

Cara mengecek hak pilih cukup dengan memasukkan nama sesuai KTP tetapi tanpa gelar. Setelah itu memasukkan NIK. Apabila anda sudah terdaftar akan muncul informasi tentang nama, jenis kelamin, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, dan TPS.

Pengecekan bisa dilakukan pada 1-28 Oktober 2018. Persoalan muncul apabila tidak terdaftar sebagai pemilih.

"Segera lapor ke KPU kabupaten/kota atau ke PPK di kantor kecamatan atau ke PPS di kantor kelurahan sesuai alamat KTP elektronik masing-masing jika nama pemilih tidak terdaftar," kata Komisioner KPU Kabupaten Karanganyar Divisi Data Pemilih, Nur Fatkurohman, saat menyampaikan informasi di SFA Steak and Resto Kabupaten Karanganyar, Minggu (30/9/2018).

KPU Kabupaten Karanganyar mengundang partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019, Bawaslu Kabupaten Karanganyar, dan lain-lain pada sosialisasi Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP). Nur menyampaikan program itu salah satu cara menyempurnakan kembali data pemilih.

"Episode kali ini update pemilih yang tidak memenuhi syarat, perbaikan elemen data, dan lain-lain. GMHP itu untuk menyukseskan Pemilu 2019 dan penyempurnaan DPT HP. Caranya mengecek DPT di kantor desa/kelurahan, membuka link itu, atau download aplikasi KPU RI Pemilu 2019 lewat HP Android," jelas dia.

Pada kesempatan itu, dia juga memaparkan data hasil pencermatan DPT HP-1. Hasil self-assessment adalah data ganda berdasarkan NIK sebanyak 1.738.

Hasil pencermatan KPU untuk data ganda K1, K2, K3, dan K4 sebanyak 2.643 dan anomali atau kejanggalan dilihat dari NIK, nama, alamat, tanggal lahir, dan usia di bawah 17 tahun sebanyak 1.283.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Karanganyar, Triastuti Suryandari, menyampaikan pencermatan dilakukan secara berkesinambungan dan berkoordinasi dengan Bawaslu, parpol, instansi terkait, dan lain-lain. Salah satu instansi yang dimaksud Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Karanganyar.

"Pemeliharaan DPT sampai hari H. Tugas belum selesai karena data ganda ada yang identik NIK, tanggal lahir, dan alamat tapi nama berbeda. Nah itu contoh yang harus dicermati. Ada waktu sampai November untuk mencermati. Tetapi GMHP atau mengecek hak pilih diri sendiri, kerabat, keluarga, dan teman hanya sampai akhir Oktober," jelas dia.

Trias, sapaan akrabnya, berharap seluruh pihak hingga tingkat desa berpartisipasi aktif dalam pencermatan data pemilih ini. Salah satu pertimbangannya adalah melindungi hak pilih masing-masing.

Oleh karena itu diperlukan partisipasi dari pemilih. KPU Kabupaten Karanganyar membuka pos komando (posko) GMHP untuk melayani warga Karanganyar yang mengetahui informasi pemilih tidak memenuhi syarat.

"Silakan sampaikan yang belum terdaftar di DPT maupun DPT HP. Supaya nanti bisa memberikan hak pilih pada 17 April 2019. Kami ingin melibatkan semua unsur masyarakat."