Pengemudi Jazz Mabuk Tabrak Motor di Sidoharjo Wonogiri

Polisi mengevakuasi korban kecelakaan di Bendungan, Kayuloko, Sidoharjo, Wonogiri, Minggu (30/9 - 2018). (Istimewa/Humas Polres Wonogiri)
01 Oktober 2018 18:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Dua orang terluka setelah sepeda motor yang mereka naiki tertabrak mobil di jalan raya Solo-Ponorogo ruas Wonogiri wilayah Bendungan RT 002/RW 006, Kayuloko, Sidoharjo, Wonogiri, Minggu (30/9/2018) pukul 18.00 WIB.

Pengemudi mobil Honda Jazz berpelat nomor AD 8422 MS itu diduga mabuk dan melaju di lajur kanan sehingga menabrak sepeda motor dari arah berlawanan.

Kasubag Humas, AKP Hariyanto, kepada Solopos.com, Senin (1/10/2018), menginformasikan dua orang yang terluka itu adalah pengendara sepeda motor Honda Supra berpelat nomor AD 6052 JH Susilo, 43, warga Jagalan, Wonosaren, Jebres, Solo, dan orang yang diboncengkannya, Guritno, 43, warga Tukluk, Kerjo Lor, Ngadirojo, Wonogiri.

Dari arah berlawanan melaju Honda Jazz berpelat nomor AD 8422 MS yang dikemudikan Anwar Shokib, 26, warga Surodikraman, Ponorogo, Jawa Timur. Sesaat sebelum sampai di lokasi kejadian mobil tiba-tiba melaju terlalu ke kanan hingga memakan lajur lawan.

Karena jarak kedua kendaraan sudah dekat, tabrakan tak terhindarkan. “Kedua penunggang motor luka, Susilo patah paha kiri dan Guritno lecet tangan kanan dan kaki,” kata Hariyanto mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.

Dia melanjutkan pengemudi mobil diduga mabuk. Akibatnya, Anwar tak bisa mengendalikan kemudi dengan baik dan laju kendaraan tak stabil.

Hariyanto tak menjelaskan dugaan mabuk tersebut muncul dari indikasi apa. Kepala Unit Kecelakaan (Kanitlaka) Satlantas Polres Wonogiri, Ipda Yahya D., hingga berita ini ditulis belum dapat dimintai penjelasan.

Ipda Yahya tak menjawab panggilan telepon dari Solopos.com. Kejadian itu memperpanjang daftar kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di jalan raya Solo-Ponorogo ruas Wonogiri tahun ini.

Tiga pekan sebelumnya terjadi sejumlah lakalantas maut di jalan tersebut, tepatnya di ruas Nambangan, Selogiri; ruas Dusun Ketonggo RT 004/RW 002, Kerjo Lor, Ngadirojo; dan Wates Wetan, Bangsri, Purwantoro. Tiga orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Kasatlantas Polres Wonogiri, AKP Dwi Erna Rustanti, menilai jalan provinsi tersebut rawan karena jalan di ruas tertentu sempit. Pada sisi lain jalan itu merupakan jalur utama kendaraan besar, seperti bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan bus antarkota dalam provinsi (AKDP).

Faktor kesalahan pengendara atau pengemudi semakin memperbesar potensi kecelakaan. Kesalahan itu seperti menyalip terlalu ke kanan atau hingga melampaui lajur lawan dan melaju kencang.