Solopos Hari Ini: Keran Bantuan Asing Dibuka

Solopos 2 Oktober 2018
02 Oktober 2018 10:00 WIB Septina Arifiani Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Pemerintah membuka pintu masuknya bantuan asing untuk mengatasi dampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Setidaknya 18 negara menawarkan bantuan kepada Indonesia.

Pemerintah mempertimbangkan bantuan asing yang akan diterima dalam bentuk barang. ”Keputusan itu berdasarkan satu pertimbangan kita sudah menjalin hubungan persahabatan dan kerja sama dengan banyak negara,” ujar Menkopolhukam Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Berita pemerintah yang membuka pintu bantuan asing menjadi headline Harian Umum Solopos, Selasa (2/10/2018). Selain berita tersebut, berikut beberapa berita lainnya yang menjadi ulasan utama:

KORBAN GEMPA-TSUNAMI: Air Jadi Barang Berharga, 2 Hari Makan Pisang
Perempuan berkerudung hitam itu hilir mudik di Bandara Mutiara, Palu, Senin (1/10). Sambil menggendong anak perempuannya, ibu-ibu itu menghampiri kerumunan wartawan di area bandara.

Perempuan bernama Ana itu meminta air minum. ”Boleh bagi air minumnnya? Haus sekali kodong [kasihan] anakku,” ujar dia.

PIALA AFC U-16: Garuda Asia, Kami Tetap Bangga
Timnas Indonesia harus mengubur mimpi berlaga di Piala Dunia U-17 2019 setelah kalah tipis 2-3 dari Timnas Australia di babak delapan besar Piala AFC U-16 2018 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (1/10).

Baca selengkapnya: epaper.solopos.com

Pemerintah Kota Solo melobi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat terkait perpanjangan masa sewa lahan Alun-alun Utara (Alut) untuk pasar darurat Klewer.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo ketika dijumpai wartawan, Senin (1/10). Subagiyo mengatakan surat permohonan perpanjangan sewa lahan Alut sudah dikirimkan ke Keraton. ”Kami tinggal menunggu jawaban dari sana,” katanya.

Berita perpanjangan sewa lahan Alut untuk pasar darurat pasar Klewer menjadi berita utama di Halaman Soloraya Harian Umum Solopos, Selasa (2/10/2018). Selain kabar tersebut, berikut ulasan singkat lainnya di halaman Soloraya:

KAUS KHAS WONOGIRI: Logo Daun Singkong Dikira Daun Ganja
Logo bisa multitafsir, sehingga gambar yang sebenarnya sepele bisa jadi masalah serius. Begitulah yang dialami Aris Agung, pemuda asal Desa Pokoh Kidul yang menciptakan brand kaus Gapleki. Logo daun singkong yang menjadi ciri khas produk kausnya ternyata dianggap sebagai logo daun ganja oleh sejumlah orang.

SENGKETA LAHAN: Eksekusi Bisa Kapan Saja
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo memastikan proses eksekusi lahan Hak Pakai (HP) Pemerintah Kota (Pemkot) Nomor 105 di Jebres Tengah terus berjalan. Eksekusi akan dikerjakan setiap saat tanpa ada batasan waktu.

Baca selengkapnya: epaper.solopos.com