Setelah Lombok, Lazismu Bergerak ke Palu Bantu Korban Gempa

Tim sukarelawan MDMC spesialis reruntuhan bangunan diberangkatkan dari Surabaya menuju ke Palu dan Donggala, Sulawesi, Senin (1/10 - 2018). (Istimewa/Lazismu)
02 Oktober 2018 16:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Setelah membantu para korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lazismu kini mulai membantu korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Ketua Badan Pengurus Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sragen, Ikhwanushoffa, mengatakan dampak bencana di Palu lebih besar daripada NTB.

Pimpinan Muhammadiyah dan warganya aktif merespons cepat untuk menggalang dana lewat surat instruksi secara berjenjang dari pimpinan pusat, pimpinan wilayah, hingga ke pimpinan daerah Muhammadiyah serentak.

“Untuk tanggap darurat di Sulawesi, Lazismu pusat sudah menyiapkan Rp1 miliar. Lazismu dan MDMC Sulawesi Tengah sudah berangkat ke Palu. Dari Surabaya juga diberangkatkan tim spesialis reruntuhan gedung untuk upaya recovery. Lazismu Sragen pun menargetkan bisa menggalang dana hingga Rp500 jutaan seperti penggalangan dana untuk warga muslim Rohingya,” tutur Ikhwan saat dihubungi Solopos.com, Senin (1/10/2018).

Mengenai tanggap darurat Lombok, seluruh elemen Muhammadiyah Kabupaten Sragen merespons cepat untuk meringankan beban para korban gempa di Lombok dan Sumbawa.

Muhammadiyah Sragen memiliki strategi one respons one Muhammadiyah untuk mengentaskan kondisi psikis, fisik, dan ekonomi warga Lombok.

Ikhwan mencatat dana yang terhimpun untuk korban gempa Lombok mencapai Rp370.732.900. Dana tersebut berasal dari umat dan warga Muhammadiyah di 20 kecamatan wilayah Sragen.

Ikhwan mengapresiasi kepedulian dan empati warga Sragen untuk para korban gempa Lombok, terbukti penghimpunan dana tersebut terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Klaten.

“Semua elemen Muhammadiyah Sragen bergerak untuk merespons. Pimpinan Daerah Muhammadiyah begitu dengar Lombok langsung penggalangan dana yang terkumpul sampai puluhan juta rupiah. Ada 10 posko Lazismu di Lombok yang terdiri atas 6 posko di Lombok Utara, 2 posko di Lombok Timur dan 2 posko di Sumbawa. Tanggap darurat, kesehatan, pangan, sandang, dan kesehatan psikis atau fisik digarap semua oleh Muhammadiyah dengan konsep one respons one Muhammadiyah,” ujar Ikhwan.

Dia menjelaskan bidang kesehatan diserahkan kepada RS PKU Muhammadiyah, bidang assessment dan pemetaan bencana hingga tanggap darurat diserahkan MDMC, sedangkan Lazismu mendapat tugas penghimpunan dana.

Proses tanggap darurat sudah terlampaui karena kebutuhan pangan, sandang, papan, dan kesehatan siap 24 jam. Sampai hari ini, kata dia, Lazismu masih mengirim sukarelawan untuk psikososial.

Ikhwan mengungkapkan sekarang Lombok di bawah binaan Muhammadiyah memasuki fase rekonstruksi dan rehabilitasi pascagempa. Dia mengatakan Lazismu Jateng mendapat amanah untuk mendirikan klinik dengan biaya Rp1,5 miliar untuk Lombok, pembangunan 100 hunian sementara yang sekarang sudah terbangun 20%; pengadaan 1.000 paket alat dapur pascahunian sementara tuntas; dan membangun satu unit amat usaha Muhammadiyah berupa taman kanak-kanak (TK). Semua kebutuhan itu dilakukan atas saran dari MDMC.