Peta Kekuatan Jokowi dan Prabowo di Wonogiri, Siapa yang Unggul?

Ilustrasi surat suara pemilihan umum. (Bisnis/Dwi Prasetya)
02 Oktober 2018 20:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Tim pemenangan masing-masing pasangan calon presiden-wakil presiden (capres-cawapres) sama-sama menargetkan menang di Wonogiri pada Pilpres 2019 mendatang. 

Di atas kertas, pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf) unggul. Namun, kubu pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno (Prabowo-Sandi) juga optimistis bisa merebut kemenangan.

Kubu petahana di Kota Sukses memiliki modal bagus. Data yang dihimpun Solopos.com dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri, Selasa (2/10/2018), dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf dari partai politik sesuai hasil Pemilu Legislatif 2014 lalu tercatat 384.506 suara. 

Perolehan suara itu milik PDIP, Nasdem, PKB, Golkar, PPP, Hanura, dan PKPI. Capaian tersebut unggul jauh dibanding akumulasi perolehan suara parpol pengusung Prabowo-Sandi yang tercatat 195.626 suara. 

Suara tersebut milik Gerindra, PKS, PAN, dan Partai Demokrat. Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Wonogiri, Setyo Sukarno, kepada Solopos.com, Selasa, mengaku yakin Jokowi-Ma’ruf akan meraup minimal 70 persen suara di Kota Sukses. 

Bahkan, dia menyebut ada kemungkinan pasangan capres-cawapres jagoannya itu bisa memperoleh suara mencapai 80 persen. Menurut Sekretaris DPC PDIP Wonogiri itu warga sudah cerdas sehingga mereka akan memilih berdasar hasil program Jokowi yang sudah dirasakan selama lima tahun terakhir ini. 

Salah satu contohnya, warga sudah merasakan senangnya bisa memiliki sertifikat tanah karena pengurusannya lebih mudah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTLS) yang sebelumnya bernama Program Operasi Nasional Agraria (Prona).

“Partai pengusung Pak Jokowi di Wonogiri bekerja keras untuk mencapai target. Partai pengusung dan para caleg dari partai pengusung wajib mengampanyekan Pak Jokowi,” kata Ketua DPRD Wonogiri tersebut.

Setyo menilai target minimal 70 persen tak muluk-muluk. Target itu sangat memungkinkan tercapai mengingat partai pengusung punya modal mumpuni. Jumlah caleg yang lebih banyak daripada pasangan Prabowo-Sandi menjadi salah satu keuntungan. 

Lantaran lebih banyak, mereka bisa mengampanyekan Jokowi ke wilayah yang lebih luas. Dia mengatakan perolehan suara partai pengusung Jokowi pada Pemilu Legislatif 2014 di Wonogiri jika diakumulasi mencapai 70 persen. 

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Wonogiri, Suryo Suminto, mengaku tak gentar menghadapi kubu lawan meski di atas kertas kalah jauh. Dia meyakini mayoritas warga Wonogiri bakal memilih Prabowo. 

Menurut dia, warga ingin perubahan ke arah lebih baik, terutama peningkatan ekonomi. Sudah diketahui publik bahwa ekonomi Indonesia sekarang ini terpuruk karena utang luar negeri menumpuk. 

Ketua DPC Gerindra Wonogiri itu mengatakan Prabowo bisa memberi solusi atas masalah ekonomi yang melanda negeri ini.

“Kami akan lakukan yang terbaik untuk menang minimal 51 persen atau bahkan lebih. Kami PD [percaya diri] sekali. Para caleg dari partai pengusung Pak Prabowo akan ikut berkampanye. Dukungan Partai Berkarya memberi napas baru. Di sana ada sosok Pak Begug [mantan Bupati Wonogiri dua periode] yang tentu akan sangat berpengaruh,” ulas Suryo. 

Berikut peta kekuatan capres-cawapres di Wonogiri berdasarkan hasil Pemilu Legislatif 2014 

Pasangan Jokowi-Ma’ruf

- Nasdem 19.787 suara (40 caleg)

- PKB 19.026 suara (36 caleg)

- PDIP 177.304 suara (50 caleg)

- Golkar 128.343 suara (49 caleg)

- PPP 28.094 suara (14 caleg)

- Hanura 10.883 suara (15 caleg)

- PKPI 1.069 suara

Total 384.506 suara (204 caleg)

Tambahan dukungan dari Perindo (21 caleg) dan PSI (13 caleg).

Pasangan Prabowo-Sandi

- Gerindra 52.569 suara (35 caleg)

- PKS 52.779 suara (46 caleg)

- Partai Demokrat 31.971 suara (49 caleg)

- PAN 58.307 suara (50 caleg)

Total 195.626 suara (180 caleg)

Tambahan dukungan dari Berkarya (30 caleg)

Sumber: KPU Wonogiri