Solopos Hari Ini: Palu Bersih dalam 2 Pekan

Solopos 3 Oktober 2018
03 Oktober 2018 10:00 WIB Septina Arifiani Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Pemerintah menargetkan evakuasi dan pembersihan Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) dari dampak gempa dan tsunami rampung dalam dua pekan.

Pemerintah menambah jumlah personel yang diterjunkan ke lokasi terdampak gempa dan tsunami untuk mempercepat pemulihan. Hal itu menjadi salah satu arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Berita upaya pemerintah menangani dampak gempa dan tsunami Palu dan Donggala menjadi headline Harian Umum Solopos, Rabu (3/10/2018). Berikut berita lainnya yang menjadi fokus utama Solopos hari ini:

BENCANA ALAM: Hamparan Lumpur Sepanjang 2 Km

Di Petobo sebuah kompleks perumahan yang dihuni ratusan penduduk luluh lantak akibat gempa 7,4 skala Richter. Saat gempa terjadi tanah bergerak, bergulung, disertai munculnya lumpur dari dalam tanah. Hal ini yang menjadikan rumah-rumah itu seakan menyatu dengan tanah, bahkan seperti tenggelam di dalamnya.

Fenomena tersebut dikenal sebagai likuifaksi yaitu hilangnya kekuatan tanah sehingga tidak memiliki daya ikat akibat gempa. Likuifaksi terjadi di daerah yang rawan gempa bumi yang tersusun oleh endapan pasir dengan kepadatan rendah. Likuifaksi menyebabkan bangunan seperti rumah dan pohon seperti ”berjalan”.

PERSIS VS PERSIKA: Kini Setiap Laga adalah Final
Pertaruhan hidup dan mati Persis Solo di Liga 2 Indonesia akan terjadi pada laga melawan Persika Karawang di Stadion Wilis, Kota Madiun, Rabu (3/10) mulai 15.30 WIB.

Persis wajib menang kalau tidak ingin terlempar dari posisi empat besar klasemen sementara. Segala upaya dan kekuatan harus dikerahkan Rudiyana dkk. Saat menjamu Persika. Poin penuh harus menjadi target utama dalam pertandingan nanti sore.

Baca selengkapnya: epaper.solopos.com

Ratusan warga terdampak limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM), Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo mendatangi pabrik, Selasa (2/10) siang.

Mereka menuntut penutupan pabrik karena limbah masih bau. Ada tiga kesepakatan yang ditandatangan pihak pabrik dengan warga dan Muspika Nguter, di antaranya jika dalam waktu lima hari masih ada kendala terkait trial atau uji coba produksi maka operasi pabrik akan dihentikan.

Berita limbah PT RUM menjadi berita utama di halaman Soloraya, Rabu (3/10/2018). Selain kabar tersebut, simak ulasan singkat berita lainnya:

EDUKASI BATIK: Batik Perlu Masuk Kurikulum
Pemahaman masyarakat terkait motif batik, nilai filosofi, serta penggunaannya masih minim. Tak jarang masyarakat kerap salah kaprah tentang hal itu sehingga tidak tepat penggunaannya.

Atas kondisi ini usulan batik masuk dalam kurikulum sekolah mengemuka dalam talk show Batik sebagai Warisan Budaya di Hotel Royal Heritage Solo pada Selasa (2/10).

HARI BATIK: Fashion Show di Bandara Agar Lebih Mendunia
Sembari menunggu pesawat di lantai III Bandara Adi Soemarmo Boyolali, mata Ariati Amanda, 35, tampak serius mencermati salah satu sudut ruangan. Seorang perempuan memeragakan cara membatik sederhana lewat tiupan canting di tangan kanannya.

Sang perempuan kemudian melukis garis-garis hingga membentuk motif bunga di kain putih berukuran sekitar satu meter. Perempuan itu, Hartini, yang berasal dari rumah produksi Ummi Batik
di kawasan Kabangan.

Baca selengkapnya: epaper.solopos.com