Kisah Remaja 16 Tahun Jadi LC Karaoke di Solo

ilustrasi tempat hiburan karaoke. (Solopos/Dok)
03 Oktober 2018 15:15 WIB Tamara Geraldine/Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Malam itu, Senin (1/10/2018), jarum jam sudah menunjuk angka 23.15 WIB saat Solopos.com memasuki sebuah tempat karaoke di sebuah sudut Kota Solo.

Suasana di tempat itu tidak seperti tempat karaoke keluarga pada umumnya. Rumah hiburan karaoke itu cenderung sunyi dan sepi.

Hanya suara televisi yang terdengar dari ruang tunggu. Solopos.com dan beberapa teman memesan salah satu ruangan dan seorang lady companion (LC) untuk menemani bernyanyi.

Salah satu resepsionis, Melati (nama samaran), menjelaskan tempat itu terkenal dengan servis LC-nya yang memuaskan. Perempuan ini mengatakan ada 10 LC yang bisa dipilih tamu sesuai selera.

Mereka rata-rata mengenakan tank top dengan paduan rok mini di atas lutut. Ada pula yang memakai dress pendek dan menggunakan stoking sebagai aksesori.

“Tinggal pilih saja, mana yang mau dipilih,” ujar resepsionis tersebut sambil tersenyum menggoda.

Dia menjelaskan usia LC di tempat tersebut bervariasi. Melati lantas menunjuk seorang perempuan yang memakai tank top warga pink dengan setelan rok putih yang duduk di dekat bar.

“Ini yang paling muda, umur 16 tahun,” ujarnya.

Setelah itu Solopos.com dan teman-teman beserta satu LC memasuki ruangan kedap suara yang menjadi room karaoke. Lagu pertama yang dinyanyikan LC itu adalah lagu Hello milik Adelle.

Setelah bernyanyi, dia kebingungan karena para tamunya tidak menggoda maupun berjoget bersama. “Cuma dampingi nyanyi. Pelanggan biasanya hanya pegang-pegang kok, tapi enggak boleh pegang yang bawah,” ujarnya sambil malu-malu saat ditanya apa saja yang biasanya dia lakukan saat menemani tamu.

Saat berbincang dengan Solopos.com, Mawar (bukan nama sebenarnya), 16, mengungkapkan alasannya terjun ke dunia hiburan malam itu. Dia diusir orang tuanya dari rumah.

Orang tuanya jengkel karena Mawar dianggap nakal. “Saya nakal, sering mabuk-mabukan, sekarang saya terjerumus ke dalam dunia gelap seperti ini,” tuturnya.

Soal pendapatannya, Mawar menyebut tak menentu. Jika ramai pengunjung, dia dapat mengantongi uang Rp2 juta dalam semalam. Apabila sepi, dia hanya mendapatkan Rp500.000-Rp1.000.000.

“Saya bekerja dari pukul 20.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB. Satu jamnya Rp150.000. Kadang dapat tip dari pelanggan. Uang yang saya dapat biasanya untuk membeli baju, make up, dan untuk membeli ponsel keluaran terbaru,” ujarnya.

Pernah temannya memergoki dia bekerja sebagai LC. Mawar merasa tak masalah dengan pekerjaannya tersebut. Dia tak peduli apa kata temannya.

“Tapi bagi saya apa pun pekerjaannya, saya tidak pernah minta-minta sama orang. Saya enggak peduli orang mau omong apa tentang saya, yang penting saya bahagia,” ujarnya.