Tahun Depan, Berobat di Puskesmas Sukoharjo Bisa Antre Online

Ilustrasi puskesmas (JIBI/Dok)
03 Oktober 2018 07:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Seluruh puskesmas di Kabupaten Sukoharjo mulai tahun depan bakal menerapkan sistem antrean pasien secara online. Sistem ini sudah diuji coba di Puskesmas Polokarto beberapa waktu lalu.

Antrean pasien secara online diberlakukan di masing-masing puskesmas untuk mengatasi penumpukan pasien di ruang pendaftaran.

Sistem antrean online di puskesmas merupakan terobosan baru Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo untuk mengatasi atrean pasien yang berobat di puskesmas.

Biasanya, masyarakat harus mengantre selama berjam-jam saat mendaftar, periksa dokter, hingga mengambil obat di instalasi farmasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKK Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan sistem antrean pasien dalam jaringan (daring) merupakan bagian dari layanan berbasis digital terhadap masyarakat.

Hal ini untuk menyokong konsep smart city yang terintegrasi di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sukoharjo.

“Masyarakat bisa mengunduh aplikasi antrean online puskesmas di platform Google Play Store. Hanya perlu mengisi identitas diri dalam formulir pendaftaran. Nanti datang ke puskesmas sesuai nomor urut sehingga tak ada lagi penumpukan pasien di ruang tunggu pendaftaran,” kata dia saat ditemui Solopos.com, Jumat (28/9/2018).

Saat ini, aplikasi antrean pasien online tengah diuji coba di Puskesmas Polokarto. Yunia bakal mengevaluasi hasil uji coba penerapan aplikasi antrean online.

Evaluasi itu untuk mengetahui apakah masyarakat merespons dengan baik aplikasi antrian pasien online atau tidak.

Pada 2019, aplikasi antrean pasien online bakal diberlakukan di setiap puskesmas. Hal ini untuk memudahkan masyarakat yang hendak berobat ke puskesmas.

“Kasihan orang lanjut usia [lansia] harus menunggu berjam-jam saat berobat di puskesmas. Aplikasi ini solusi paling efektif agar tak terjadi antrean pasien yang mengular di puskesmas,” tutur Yunia.

Aplikasi antrean pasien online itu telah dipaparkan saat bimbingan teknis (bintek) implementasi konsep smart city pada beberapa pekan lalu. Konsep smart city mengacu pada implementasi infrastruktur, teknologi informatika, aplikasi layanan dan pemanfaatannya dalam menunjang roda pemerintahan.

Sementara itu, seorang warga Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Nanang, mengungkapkan puskesmas merupakan garda terdepan dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan dasar.

Masyarakat memilih berobat ke puskesmas lantaran jaraknya cukup dekat dengan rumah. Praktiknya, masyarakat harus datang lebih awal hanya untuk mengambil nomor urut pendafaran.

Waktu yang dibutuhkan saat berobat di puskesmas lebih dari tiga jam. “Saya belum tahu ada aplikasi antrean online di rumah sakit. Mudah-mudahan aplikasi berbasis digital itu mampu menjadi solusi berbagai masalah pelayanan kesehatan di puskesmas,” kata dia.