Stadion Boyolali di Paras Dinamai Kebo Giro

Pekerja memecah batu di lokasi pembangunan stadion baru di Desa Paras, Cepogo, Boyolali, Kamis (27/9 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
03 Oktober 2018 11:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Stadion baru Boyolali yang tengah dibangun di Desa Paras, Kecamatan Cepogo, akan dinamai Stadion Kebo Giro.

Kawasan stadion itu rencananya tidak hanya akan menjadi sarana olahraga tapi juga wisata. Di sekitar stadion tersebut juga akan dilengkapi sarana untuk wisata.

“Stadion ini akan dinamakan Kebo Giro. Sekitar 2,5 hektare lahan akan dibuat lapangan sepak bola beserta tribune penonton. Menggunakan anggaran senilai Rp6,8 miliar, stadion ini direncanakan selesai pada 2019,” ujar Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani, Selasa (2/10/2018).

Wiwis menyebut di sekitar stadion itu akan dibangun beberapa fasilitas, antara lain lapangan panahan, lapangan terbuka slalom kaum milenial, ruang terbuka hijau, dan sebagainya.

Pembangunan stadion Kebo Giro dengan segala fasilitasnya mengacu kepada sport tourism (wisata olahraga) yang dicanangkan Kementerian Pariwisata. Menurutnya, dalam rangka menggiatkan sisi kepariwisataan yang ada di Boyolali, Pemkab sedang mencoba memberdayakan tempat olahraga menjadi objek wisata yang bisa dikunjungi.

Satu strategi yang dicanangkan dari Kementerian Pariwisata adanya satu program sport tourism yang memberikan peluang kepada Pemkab Boyolali untuk bisa menciptakan gelanggang olahraga yang luas.

“Pada 2018, kami mencoba mengeksplor suatu gelanggang sepak bola dengan pemerintah desa memanfaatkan eks tanah bengkok untuk pematangan lahan dan pembuatan talut yang di sana secara fungsinya memang fokus di sepak bola,” imbuhnya.

Stadion di Paras ini merupakan stadion pengganti Stadion Pandanarang/Stadion Sonolayu di Kecamatan Boyolali Kota. Stadion lama dirasa sudah tidak memiliki lahan yang representatif untuk berbagai kebutuhan.

Diharapkan di tempat yang baru akan banyak kegiatan yang terselenggara. “Di situlah fungsi olahraganya tampak, di sisi lain dengan banyaknya event di tempat itu otomatis pengunjungnya banyak dan pemberdayaan perekonomian tumbuh. Harapannya tentu saja masyarakat di wilayah sekitar juga mendapat dampak yang positif,” jelasnya.