Satlantas Solo Setuju Jl. dr. Moewardi Steril Parkir

Pekerja menggunakan crane saat merangkai konstruksi launcher girder di flyover Manahan, Solo, Senin (3/8 - 2018). (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
04 Oktober 2018 11:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Surakarta setuju jika Jl. dr. Moewardi Solo dijadikan kawasan steril dari parkir kendaraan setelah flyover Manahan kelar dibangun dan dibuka untuk lalu lintas.

Satlantas bahkan mengusulkan hal tersebut dan sudah berbicara dengan pihak-pihak terkait. Hal tersebut sangat penting karena selama ini kawasan Kota Barat macet akibat banyak kendaraan yang parkir di pinggir jalan.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak terkait mengenai persiapan pembukaan flyover Manahan. Semua persoalan teknis di lapangan terkait perubahan rekayasa lalin [lalu lintas] saat flyover Manahan dibuka nanti sudah disurvei lapangan,” ujar Kasatlantas, Kompol Imam Syafi’i, mewakili Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, kepada wartawan di Mapolresta, Kamis (3/10/2018).

Imam mengungkapkan lokasi utama yang mendapatkan perhatian dalam manajemen rekayasa lalu lintas setelah flyover Manahan jadi adalah Jl. dr. Moewardi. Di sepanjang jalan itu terdapat tiga sekolah yakni SDN 15, SDN 16, SMP 24, SMP 25, dan SD Muhammadiyah.


Orang tua siswa kerap memarkir kendaraan di pinggir jalan saat mengantarkan dan menjemput anak mereka sekolah. Hal tersebut membuat jalan di kawasan Kota Barat macet.

“Kami mengusulkan agar nantinya di sepanjang Jl. dr. Moewardi harus bersih dari parkir kendaraan saat flyover Manahan dioperasikan,” kata dia.

Satlantas punya solusi menangani persoalan parkir di kawasan Kota Barat dengan menyiapkan lokasi khusus untuk menaikkan dan menurunkan penumpang bagi pelajar. Namun, lokasi itu masih disurvei.

“Kami juga perlu melakukan perubahan lalin di Jl. K.S. Tubun menjadi searah dari utara ke selatan menuju ke Jl. Adisucipto. Searah berlaku bagi kendaraan roda dua dan empat. Selama ini hanya kendaraan roda empat yang tidak boleh masuk ke Jl. K.S. Tubun dari arah utara,” kata dia.

Ia menegaskan nantinya tidak ada kendaraan yang boleh menyeberang di depan jalur turun dan naik flyover Manahan di Jl. dr Moewardi. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kecelakaan.

Satlantas akan mengusulkan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) agar dipasang rambu lalin larangan itu. Pengendara yang masih nekat akan diberikan surat tilang.

“Kami tidak ingin ada penumpukan kendaraan akibat banyak pengendara memotong jalan turunan dan tanjakan flyover Manahan,” kata dia.

Disinggung soal pemasangan Alat Pengatur Isyarat Lalu Lintas (APILL) baru di lokasi flyover Manahan, Imam menjelaskan awalnya APILL akan dipasang di perempatan KFC Jl. Adisucipto. Namun, karena jaraknya dekat dengan perepatan Patung Wisnu akhirnya dibatalkan.

“Kami memperkirakan flyover Manahan mulai dioperasikan awal November. Sosialisasi akan dilakukan dalam waktu dekat agar pengendara tidak salah jalan,” kata dia.

Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, mengungkapkan persoalan pemasangan rambu lalin di flyover Manahan sudah dikomunikasikan dengan kontraktor. Kontraktor akan memasang rambu lalin pada akhir Oktober. Sementara awal November flyover Manahan resmi dibuka.