Mahasiswi UNS Solo Buat Aplikasi Pendeteksi Kematangan Buah

Mahasiswa UNS Solo, Ratih Racmatika, menunjukkan aplikasi Perfect karyanya yang yang mampu mengidentifikasi tingkat kematangan buah, Rabu (3/10 - 2018). (Insetyonoto)
04 Oktober 2018 14:45 WIB Insetyonoto Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Ratih Racmatika, membuat aplikasi Perfect berbasis Android yang mampu mengidentifikasi tingkat kematangan buah.

Tujuan pembuatan aplikasi Perfect yang merupakan singkatan dari perishable food maturity and freshness detector, menurut Ratih, membantu produk ekspor buah-buahan petani Indonesia.

“Selama ini untuk menentukan kematangan buah yang akan diekspor hanya perkiraan hari. Dengan aplikasi Perfect bisa diketahui secara pasti,” katanya saat berbincang dengan Solopos.com di ruang Humas UNS Solo, Rabu (3/10/2018).

Mahasiswa semester VII Teknik Elektro Fakultas Teknik UNS ini mengatakan Perfect dilengkapi tiga fitur yakni Perfect Maturity, Perfect Fresh Food, dan Perfect Fertilizer.

Perfect Maturity untuk mengidentifikasi kematangan buah, Perfect Fresh Food untuk mengetahui kesegaran buah dan makanan, sementara Perfect Fertilizer menentukan pemakaian pupuk sesuai luas lahan. Cara penggunaan aplikasi Perfect cukup mudah.

Buah yang akan diidentifikasi difoto kemudian dimasukan ke dalam data Perfect Maturity. Aplikasi tersebut nantinya mengindentifikasi warna serta memberikan keterangan apakah buah tersebut sudah matang atau sebaliknya. “Aplikasi Perfect bisa digunakan siapa saja untuk mengecek kualitas makanan masih bagus atau tidak. Bila masyarakat merasa ragu karena tulisan kedaluarsa buah atau makanan yang dijual di supermarket telah hilang, bisa dicek dengan Perfect,” jelas dia.

Menurut Ratih yang tinggal merampungkan skripsi ini, aplikasi Perfect memang masih terbatas. Perlu ada pengembangan lebih lanjut. Aplikasi ini baru bisa mendeteksi buah pisang karena buah lainnya belum dilakukan input datanya.

“Kalau mau mengindentifikai buah lainnya harus memasukkan contoh beberapa warna buah tersebut ke dalam aplikasi Perfect,” ungkap dia.

Pembuatan aplikasi Perfect awalnya untuk mengikuti lomba karya tulis ilmiah (LKTI) mahasiswa nasional yang diselenggarakan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank. Dalam lomba tersebut karya mahasiswi asal Karangannyar tersebut meraih juara ketiga. Penghargaan diserahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (24/9/2018).

“Aplikasi Perfect saya kerjakan satu bulan, Juli-Agustus 2018. Beberapa juri tertarik dengan aplikasi Perfect, tapi belum ada tindak lanjutnya,” kata mahasiswa berhijab ini.