Permukaan Air Sungai Naik Termasuk di Boyolali, Ini Penyebabnya

Sebuah alat berat berjalan mencari posisi aman sebelum mengeruk kotoran di sungai kawasan Bantulan, Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Selasa (3/10 - 2018).(Solopos/Akhmad Ludiyanto)
04 Oktober 2018 15:03 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI - Permukaan air pada aliran hampir semua sungai mengalami peningkatan akibat minimnya area resapan. Hal tersebut dikatakan kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Charisal Akdian Manu, di sela-sela acara bersih-bersih sungai di kawasan Bantulan, Pengging, Banyudono, Boyolali, Selasa (3/10/2018) dalam rangka World Habitat Day.

“Kalau dilihat dari tren, permukaan aliran [sungai] meningkat karena fungsi resapan wilayah itu berkurang,” ujarnya kepada wartawan.Menurut dia, berkurangnya wilayah resapan ini disebabkan penggunaan lahan oleh penduduk. “Zaman dulu penduduk sedikit, penggunaan lahan juga sedikit sehingga ada lahan yang cukup luas untuk resapan,” imbuh dia.

Akibatnya, saat terjadi hujan air sungai akan meluncur dan selain itu sungai lama-kelamaan juga menjadi dangkal. Akibat lebih jauh adalah berkurangnya sumber-sumber air di sekitarnya yang semestinya bisa dimanfaatkan warga. Solusinya, lanjut Charisal, adalah pembuatan penampungan atau bendungan. Namun diakuinya, pembuatan penampungan air terkendala keterbatasan lahan dan biayanya mahal. “Satu tampungan [biayanya] bisa sampai setengah triliun [rupiah]. Proses pembangunannya juga lama, bisa sampai dua tahun. Waktu ini belum termasuk adanya masalah pembebasan lahan.”

Pihaknya mengapresiasi kegiatan bersih sungai yang didukung masyarakat, sukarelawan, dan instansi pemerintah dari Boyolali dan wilayah Soloraya tersebut. Dia menilai, dipilihnya Boyolali dalam kegiatan BBWSBS ini karena Boyolali adalah daerah yang eksis dalam kegiatan bersih sungai, selain Klaten. “Kami harapkan gaung kegiatan ini bisa menggugah daerah lain agar peduli kebersihan lingkungan,”ujarnya.  Sementara itu, bersih-bersih difokuskan di sebelah timur jembatan jalan utama Pengging. Peserta memungut sampah dan sebagian terjun ke sungai membersihkan kotoran.

Untuk memaksimalkan pembersihan, alat berat juga dioperasikan. Salah satu pegiat sungai Boyolali, Totok Sudaryanto mengatakan, alat berat akan dipekerjakan hingga Jumat (5/10/2018). “Alat berat sampai jumat, nanti kalau timur jembatan selesai, pindah ke barat jembatan,” ujarnya.