Pungli Klaten: Wali Murid SDN 1 Sumberejo Dipungut Rp320.000

Ilustrasi pungutan. (googleimage)
04 Oktober 2018 18:15 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Sejumlah wali murid mengeluhkan iuran Rp320.000 per siswa kelas VI Tahun Ajaran 2017/2018 SDN 1 Sumberejo, Klaten Selatan. 

Iuran itu dibayarkan seusai sekolah menggelar Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Mei lalu. Informasi yang dihimpun Solopos.com, uang senilai Rp320.000 itu untuk membayar uang makan pengawas, membayar map ijazah, foto, dan lainnya. Uang dibayarkan tanpa ada kuitansi.

Sumber Solopos.com menuturkan sebelum ada iuran itu, semua wali murid kelas VI dikumpulkan dalam pertemuan seusai USBN. Saat itu sekolah menyampaikan dana yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan kegiatan itu sekitar Rp15 juta. 

Saat itu disampaikan dana Bantuan Operasioal Sekolah (BOS) tidak mencukupi untuk menutup semua biaya yang diperlukan sehingga perlu ada iuran dari wali murid. Sisa kekurangan dana diusulkan agar dibagi rata kepada semua wali murid yang berjumlah sekitar 18 orang. 

“Yang mengusulkan itu salah satu wali murid dan akhirnya semua menyetujui. Walaupun, sejumlah wali murid mengeluhkan keberatan di belakang [seusai pertemuan],” ujar sumber tersebut saat ditemui Solopos.com di rumahnya di Kecamatan Klaten Selatan, Kamis (4/10/2018).

Ia menceritakan uang itu dibayarkan kepada perwakilan salah satu wali murid yang bertugas sebagai bendahara. Setelah membayar, ia tidak menerima kuitansi. 

Petugas itu hanya memberi tanda contreng pada daftar nama murid. “Saya tidak ingat buat apa saja perinciannya. Tapi saya sudah membayar lunas,” imbuhnya.

Wali murid lain yang enggan disebut namanya menceritakan baru membayar Rp150.000 karena keterbatasan dana. Ia berencana melunasi kekurangannya Rp170.000 sekaligus mengambil ijazah. 

Namun, sekolah justru mengembalikan kekurangan itu. Sekolah berdalih, informasi iuran itu bocor kepada wartawan. 

“Uangnya dikembalikan. Ijazah juga diberikan. Tapi ada salah satu wali murid difitnah melaporkan iuran kepada wartawan. Padahal, dia enggak tahu apa-apa,” tuturnya.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala SDN 1 Sumberejo, Praptini, membantah soal iuran Rp320.000 itu. Menurut dia, sekolah tak pernah memungut dana apa pun kepada wali murid kelas VI.

Saat Solopos.com berusaha meminta keterangan lebih jauh, Praptini pamit karena harus menghadiri rapat. “Nuwun sewu, saya tinggal nggih. Saya ada rakor di Glodogan,” ujar dia seusai berkemas-kemas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Sri Nugroho, menyatakan belum menerima laporan apa pun soal iuran Rp320.000 di SDN 1 Sumberejo. Ia akan meminta klarifikasi kepala sekolah terkait soal adanya pungutan itu.