2 Kebakaran Dalam Sehari Hanguskan Bengkel dan Rumah Klaten

Petugas Damkar Klaten memadamkan api di bengkel milik Dwi Harjo Martono di Belangwetan, Klaten Utara, Kamis (4/10 - 2018). (Istimewa)
04 Oktober 2018 20:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Dua peristiwa kebakaran terjadi di dua lokasi berbeda di Klaten pada Kamis (4/10/2018). Akibatnya, satu bengkel dan satu rumah hangus terbakar.

Kebakaran pertama terjadi di bengkel ban di tepi jalan raya Jogja-Solo, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, api diketahui membakar bengkel milik Dwi Harjo Martono sekitar pukul 09.00 WIB. Api berhasil dipadamkan sekitar 30 menit kemudian setelah petugas unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Klaten mendatangi lokasi.

Api diduga berasal dari pembakaran mengenai tangga bambu yang bersandar pada bagian belakang bangunan bengkel.

“Api mengenai tangga dan merembet ke atap serta membakar sebagian ban. Ukuran ruangan yang terbakar 1,5 meter x 2 meter. Kerugian diperkirakan Rp2 juta,” kata salah satu petugas unit Damkar, Heribertus, saat ditemui di unit Damkar Klaten, Kamis.

Kebakaran kedua terjadi di Dukuh Duwetan, Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, Kamis siang. Api membakar ruangan lantai II rumah Marminem.

Kebakaran itu diduga disebabkan kebocoran gas pada selang regulator tabung gas ukuran 12 kg. Ada dua tabung gas di dalam ruangan lantai II tersebut.

Petugas sempat kesulitan ketika memadamkan api lantaran ada informasi jika di dalam ruangan terdapat dua jeriken berisi bensin. Alhasil, proses pemadaman dilakukan dengan cara manual yakni mengeluarkan dua tabung gas dari ruangan.

“Dua orang mengeluarkan tabung, satu orang menyemprotkan air, dan satu lagi bersiap-siap antisipasi jika pengambil tabung mengalami kendala karena tidak bisa berlama-lama menghirup gas yang keluar,” kata Heri.

Setelah dikeluarkan diketahui dua tabung gas itu dihubungkan menggunakan satu selang. Namun, hanya terdapat satu regulator yang terpasang pada salah satu tabung gas.

Sementara di sekitar lokasi tak ditemukan kompor. “Ada dua tabung disambung dengan selang dan hanya terdapat satu regulator. Dari selang regulator itu ada yang bocor. Namun, kami masih mencari informasi sumber api berasal dari mana karena di sekitar tabung itu tidak ada kompor dan penghuni rumah menyampaikan memang lantai II itu bukan untuk memasak melainkan dimanfaatkan sebagai tempat semacam laboratorium oleh anaknya,” urai dia.

Terkait peristiwa kebakaran kedua, Heri mengimbau warga menempatkan tabung gas di ruangan terbuka. “Ketika terjadi kebocoran tabung atau selang regulator gas langsung keluar tidak memenuhi ruangan. Ketika ada kebocoran pada tabung gas, sesegera mungkin dilepas dari regulator dan dimasukkan ke dalam air untuk menghabiskan gas yang mengisi tabung,” ungkapnya.