Dipanggil Diam Saja, Ternyata Mayat Tergantung di Wonogiri

Polisi mengevakuasi korban gantung diri di Kelurahan Giriwono, Wonogiri, pada Kamis (4/10 - 2018) pagi. (Istimewa/Humas Polres Wonogiri)
04 Oktober 2018 14:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Widayat, warga Kelurahan Giriwono, Wonogiri, tengah menyapu halaman rumahnya, Kamis (4/10/2018) pagi. Saat membuang sampah di belakang rumah, Widayat melihat seorang pria diam saja dalam posisi berdiri.

Widayat memanggil-manggil pria itu namun tak ada jawaban. Pria itu tetap diam. Saat didekati, Widayat mendapati pria yang belakangan diketahui bernama Reno Risanto, 49, itu sudah meninggal dunia dengan posisi menggantung di pohon lamtoro.

Reno merupakan warga Song Banyu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul. Kapolsek Wonogiri Kota, AKP Surono, mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede, saat dihubungi Solopos.com, Kamis, petugas langsung datang ke lokasi untuk memeriksa laporan warga.

Berdasar pemeriksaan, AKP Surono mengatakan Reno meninggal karena gantung diri. "Kejadian bermula ketika saksi, Widayat, sedang menyapu halaman rumah. Saat hendak membuang sampah di belakang rumah ia melihat korban hanya terdiam. Lantas, saksi memanggil teman untuk melihat dari dekat ternyata sudah tewas menggantung di pojok halaman,” ujar AKP Surono.

Ia menambahkan dari hasil pemeriksaan tim medis tidak ditemukan luka-luka penganiayaan. Sementara itu, di media sosial tersebar luas Reno merupakan tersangka pembunuhan perempuan yang mayatnya ditemukan di luweng Dusun Bakalan, Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro.

Hal ini dibantah Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP M. Kariri. Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP M. Kariri, memastikan informasi tersebut hoaks.

Ia menegaskan pengguna media sosial hendaknya lebih bijak dan berhati-hati dalam membagikan berita yang belum jelas kebenarannya. Menurutnya, hal tersebut telah diatur dalam UU ITE dan bisa berujung pada hukum pidana.

Ia menambahkan apabila keluarga atau objek berita merasa dirugikan dan melaporkan kejadian tersebut, aparat kepolisian dapat dengan mudah mengungkap hal tersebut. Polri telah memiliki tim patroli siber.