42 Ponpes Kumpul di Sriwedari Solo Ikuti Santri Expo

Ketua RMI-NU Abdul Ghofarrozin (tengah) memberikan keterangan terkait peringatan HSN di Hotel Romahkoe Heritage, Laweyan, Kamis (4/10 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
05 Oktober 2018 10:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 42 pondok pesantren (ponpes) perwakilan dari seluruh Indonesia berkumpul di Stadion Sriwedari Solo untuk mengikuti Santri Expo mulai Jumat (5/10/2018) hingga Minggu (7/10/2018).

Santri Expo merupakan rangkaian acara memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang digelar Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU).

“Kami mengadakan tiga agenda besar yang digelar RMI-NU dalam menyambut peringatan HSN 2018. Ketiga agenda tersebut yakni LSN [Liga Santri Nusantara], Santri Expo, dan apel akbar santri Nusantara,” ujar Ketua RMI-NU Abdul Ghofarrozin kepada wartawan di Hotel Romahkoe Heritage, Laweyan, Kamis (4/10/2018).

Ghofarrozin mengungkapkan kegiatan ini mengambil tema Santri Mandiri, Indonesia Hebat. Pelaksanaan rangkaian HSN di Stadion Sriwedari berlangsung selama tiga hari Jumat-Minggu (5-7/10/2018).

Babak penyisihan LSN sudah dimulai sejak 1 Oktober. Final LSN dilaksanakan Minggu di Stadion Sriwedari. Sedangkan Santri Expo dibuka pada Jumat pukul 13.30 WIB oleh Wali Kota Solo.

“Apel akbar santri Nusantara awalnya akan dilaksanakan pada 7 Oktober. Namun, karena ada kendala teknis kami menunda kegiatan ini pada 13 Oktober,” kata dia.

Lokasi apel santri tetap di Stadion Sriwedari dihadiri 20.000 santri seluruh Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan hadir dalam apel santri.

“Kami juga mengadakan expo yang dikuti 71 peserta di mana 42 di antaranya dari ponpes. Panitia juga melibatkan lembaga swasta dan Badan Usaha Milik Negara [BUMN] untuk ambil bagian dalam Santri Expo 2018,” kata dia.

Ia menjelaskan kegiatan ini diharapkan bisa ingin mencetak santri mandiri, memiliki jiwa wirausaha yang mampu bersaing, dan memajukan negara. Ponpes merupakan pendidikan tertua di Indonesia. Melalui ponpes santri dididik ilmu agama.

“Ponpes banyak mencetak negarawan hingga pahlawan. Bahkan pada masa perjuangan santri ikut merumuskan dasar negara. Kami mengingatkan kepada masyarakat akan revolusi jihad yang dicetuskan Rais NU K.H. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober. Hari tersebut sekarang ditetapkan sebagai HSN,” kata dia.

Direktur Kompetisi LSN, M. Kusnaeni, menjelaskan jumlah peserta LSN ke-4 sebanyak 31 peserta. Babak penyisihan dibagi dalam delapan grup dan sekarang sudah masuk babak 16 besar.

Wakil Jateng mendominasi di babak ini. Bahkan sudah ada dua wakil Jateng yang lolos ke delapan besar.

“Kami melihat kualitas LSN setiap tahun meningkat. Pada babak final nanti akan digelar di Stadion Sriwedari dengan dihadiri tokoh nasional dan Kapolda Jateng," kata dia.