Diultimatum Pindah Senin, Penghuni HP 105 Solo Cuek

pertanahan solo, tanah HP 105, satpol pp solo, jebres
05 Oktober 2018 16:15 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Warga penghuni lahan hak pakai (HP) 105, Jebres, Solo, tidak menggubris ultimatum dari Pemkot Solo agar mereka pindah dari tanah tersebut paling lambat Senin (8/10/2018).

Mereka bertekad untuk bertahan di lahan yang akan digunakan untuk perluasan Solo Techno Park itu. Salah satu warga, Sumira, 58, menegaskan akan tetap tinggal di lahan yang sudah ia tempati selama 18 tahun itu. Alasannya, dia tidak punya tempat tinggal lain.

“Saya tinggal di sini sudah 18 tahun, ya silakan saja jika Satpol PP tega mengusir orang susah seperti saya, tidak apa-apa,” ujarnya, Jumat (5/10/2018).

Sumira mengaku keberatan jika harus pindah ke rusunawa terdekat karena beban hidupnya akan bertambah. “Tanggungan saya ada tiga anak yang masih sekolah, jika saya pindah ke rusunawa saya harus mulai dari awal. Di sini saya berjualan wedangan dan laundry. Konsumen saya mahasiswa,”ujarnya.

Dhimas Suro, 23, mahasiswa yang tinggal di lahan HP 105, mengatakan tidak benar ada warga yang menerima uang bongkar. Dia mengatakan yang sebenarnya warga Jebres Tengah belum ada yang menerima uang bongkar dan angkat kaki dari lahan tersebut.

“Saya hanya tertawa membaca berita yang mengatakan ada warga yang sudah menerima uang bongkar. Saya menegaskan belum ada warga Jebres Tengah yang pindah dari sini. Warga tetap akan berupaya sebisa mungkin. Jika ada aksi pembongkaran paksa, kami siap pasang badan untuk mempertahankan,” ujarnya.

Warga penghuni lahan HP 105 lainnya, Anto, menolak pindah ke rusunawa yang ditawarkan Pemkot. “Banyak yang harus saya pikirkan jika saya pindah ke rusunawa. Pertama masalah pekerjaan, saya juga harus adaptasi dengan lingkungan di sana. Apakah bisa saya berjualan wedangan di sana?”ujarnya.