Ada 40 Desa Wisata di Karanganyar, Mana Saja?

Edupark Dirgantara Karanganyar. (Solopos/Dok)
05 Oktober 2018 09:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemkab Karanganyar menetapkan 40 desa sebagai desa wisata. Beberapa desa itu di antaranya berada di Gondangrejo, Jatiyoso, Jenawi, Karangpandan, Tawangmangu, Ngargoyoso.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawoto, menyampaikan sudah mengeluarkan surat penetapan 40 desa di Kabupaten Karanganyar sebagai desa wisata.

Titis menuturkan surat keputusan dari Pemkab tentang desa wisata dapat memuluskan jalan pemerintah desa (pemdes) mengelola potensi di wilayah masing-masing.

Tentunya hal itu dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Salah satunya dengan membentuk badan usaha milik atau BUM desa.

"Sudah diputuskan per 17 September ada 40 desa wisata. Mereka mengembangkan potensi desa. Tentunya berkoordinasi dengan BPD untuk bikin BUM Desa," ujar dia saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (3/10/2018).

Pemkab menargetkan 30 desa wisata pada 2018. Titis berpendapat target penetapan desa wisata terlampaui karena minat masyarakat menggarap potensi wilayah masing-masing tinggi.

Dia mencontohkan Desa Anggrasmanis yang menggarap potensi wisata historis di hutan Gunung Lawu. Desa Anggrasmanis membuat wisata baru Seribu Tangga Pamoksan Brawijaya.

Selain di Desa Anggrasmanis, Titis juga menyinggung Alas Krendowahono di Gondangrejo. Hutan itu menjadi objek wisata spiritual atau minat khusus.

"Artinya masyarakat sudah sadar wisata. Idealnya begitu ditetapkan sebagai desa wisata kami bisa mendukung lewat dana. Tapi kan dana kami terbatas. Kami sih berharap wisata ini bukan hanya kerja Disparpora tetapi juga dinas lain," tutur dia.

Titis menyebut dinas lain dapat bersinergi dengan Disparpora untuk menggarap potensi wisata di Kabupaten Karanganyar. Dia mencontohkan Kampung Matematika, agrowisata, dan lain-lain.

"Desa wisata bukan hanya milik Disparpora. Dinas Pertanian, Disdikpora, Kemenag bisa ambil bagian. Pendampingan sesuai potensi. Itu bisa memotivasi masyarakat supaya lebih percaya diri," jelas dia.