Solopos Hari Ini: Rekonstruksi Butuh 2 Tahun

Solopos 6 Oktober 2018
06 Oktober 2018 10:40 WIB Septina Arifiani Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) membutuhkan waktu dua tahun.

Badan Nasional Penang gulangan Bencana (BNPB) menilai anggaran ideal untuk dana darurat bencana Rp15 triliun. Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memimpin penanganan pascagempa dan tsunami di Sulteng mengunjungi Kota Palu, Jumat (5/10).

”Pemerintah pusat menjamin bahwa ini kita akan tuntaskan dalam waktu dua tahun,” kata JK.

Berita rekonstruksi dampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala menjadi headline Harian Umum Solopos, Sabtu (6/10/2018). Berikut ulasan singkat berita lainnya:

KASUS HOAKS: Ratna Ditahan, Pihak Terkait Diusut
Penyidik Polda Metro Jaya menahan tersangka kasus kebohongan, Ratna Sarumpaet, selama 20 hari ke depan mulai Jumat (5/10) malam. Polisi juga tengah memilah peran pihak-pihak yang diduga turut menyebar hoaks penganiayaan Ratna.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono menjelaskan Ratna ditahan setelah polisi mendapatkan keterangan tersangka, saksi, hingga berbagai barang bukti.

ASIAN PARA GAMES: Menginspirasi Asia dengan Keberagaman
Indonesia kembali punya kesempatan menjadi sorotan dunia saat menggelar upacara pembukaan Asian Para Games 2018 di SUGBK, Sabtu (6/10) malam.
Mengangkat tema We Are One, ajang yang akan dihelat selama dua jam ini akan menonjolkan indahnya keberagaman Indonesia. Benang merah itu akan ditunjukkan lewat tata panggung, pernik-pernik upacara hingga konsep pertunjukan.

Baca selengkapnya: epaper.solopos.com

Ratusan siswa SDN 1 Kleco dan SDN 2 Kleco, Karangasem, Laweyan, berebut memegangi tali tambang sepanjang 110 meter di halaman Makorem 074/Warastratama, Kleco, Solo, Jumat (5/10). Sebanyak 300 anak itu “beradu kuat” dengan 20 anggota TNI dalam pertandingan tarik tambang. Lomba tersebut bagian dari peringatan HUT ke-73 TNI.

Lomba memperingati HUT ke-73 TNI menjadi berita utama di halaman Soloraya Harian Umum Solopos, Sabtu (6/10/2018). Berikut ulasan singkat berita lainnya:

DAMPAK BENCANA PALU: Tunggu Kabar Si Sulung
Sukidi, 45, dan istrinya, Suparmi, 47, duduk di teras depan rumah saat Kepala Desa (Kades) Pengkok, Kedawung, Sragen, Warijo, tiba, Jumat (5/10) siang. Suparmi terlihat muram memikirkan anak sulungnya, Muh. Abdul Mukhlis, 24, yang hingga kini tak diketahui keberadaannya. Anak
laki-lakinya berangkat merantau ke Palu, Sulawesi Tengah, sejak tiga bulan terakhir bersama istrinya.

KISAH KORBAN GEMPA: “Kami Hanya Ingin Pulang”
Enam orang warga Karanganyar yang selamat dari bencana gempa Palu, Sulawesi Tengah, bertemu dengan Bupati Juliyatmono, Jumat (5/10) dengan berpakaian sederhana. Bahkan pakaian yang mereka kenakan pemberian orang saat tiba di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, setelah dievakuasi dari Palu.

Baca selengkapnya: epaper.solopos.com