Polisi Selidiki Modus & Motif Pengeroyokan Napi di LP Sragen

Sasongko, 33, seorang napi asal Boyolali, mengalami luka-luka di kepala akibat dikeroyok, Kamis (4/10 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
06 Oktober 2018 16:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Tim penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen masih mendalami hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus dugaan pengeroyokan narapidana di dalam Blok C Lembaga Pemasyarakatan (LP/Lapas) Kelas II-A Sragen.

Polisi juga masih menyelidiki modus dan motif terjadinya pengeroyokan tersebut. Penjelasan tersebut disampaikan Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kasatreskrim Polres Sragen AKP Yuli Munasoni saat dihubungi solopos.com, Sabtu (6/10/2018).

Sebelumnya, tim Polres Sragen melakukan olah TKP di dalam LP Sragen pada Jumat siang. Olah TKP tersebut dijaga ketat personel Sabhara Polres Sragen. Kabag Ops Polres Sragen AKP Y. Trisnanto ikut memantau jalannya olah TKP.

“Saya tidak datang ke Lapas tetapi sejak pagi ke Polda Jateng. Yang datang ke Lapas Wakapolres,” tulis Kapolres dalam pesannya di Whatsapp, Jumat sore.

Kapolres meminta solopos.com untuk menghubungi Kasat terkait dengan tindak lanjut kasus dugaan pengeroyokan di LP Sragen.

“Hasil olah TKP kami gunakan untuk bahan penyelidikan. Terkait dengan indikasi pengeroyokan dan pengembangannya masih didalami, termasuk motif dan modusnya,” ujar Yuli Munasoni.

Yuli membenarkan napi korban dugaan pengeroyokan, Sasongko, 33, asal Boyolali, yang kini dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen mengadu ke Polres Sragen.

Yuli mengaku sudah meminta keterangan korban tetapi belum bisa disampaikan ke publik. “Pemeriksaan terhadap korban belum selesai dan masih perlu pengembangan,” katanya.

Saat ditanya soal saksi-saksi yang memungkinkan dimintai keterangan, Yuli tidak menjawabnya.

Informasi yang diterima solopos.com, ada upaya melakukan tes urine pascakejadian dugaan pengeroyokan tersebut. Namun Kepala LP Kelas IIA Sragen Yosef B. Yembise membantah informasi tersebut.

Kasatresnarkoba Polres Sragen AKP Joko Satriyo Utomo mengaku juga tidak melakukan tes urine terhadap napi di LP Sragen setelah peristiwa itu.