Diseruduk Mobil, Tukang Tambal Ban di Jalan Jogja-Solo Meninggal Dunia

Seorang warga menunjukkan kerusakan yang terjadi pada mobil KIA Picanto yang terlibat kecelakaan di ruas jalan raya Jogja-Solo, Desa Gondang, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Sabtu (6/10 - 2018) pagi. (Solopos / Taufiq Sidik Prakoso)
06 Oktober 2018 22:40 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Sebanyak dua orang tertabrak mobil saat menambal ban di bahu jalan raya Jogja-Solo, Dukuh Jabungan, Desa Gondang, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Sabtu (6/10/2018) pagi. Dalam kecelakaan itu, seorang tukang tambal ban meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, Heru Murjoko, 33, warga Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan, dan Rohmad Samsu, 40, warga Desa Jetis, Kecamatan Klaten Selatan, menambal ban mobil Suzuki Baleno bernopol AB 1141 FE di tepi jalan.

Di ruas jalan, sebuah mobil KIA Picanto berpelat nomor AD 9389 NK yang dikemudikan Mahendra Denny, 21, warga Joho, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, melaju dari arah Jogja menuju Klaten. Saat mendekati lokasi tambal ban, pengemudi mobil Picanto berusaha menyalip sebuah kendaraan lain yang berjalan di lajur kanan ruas jalan.

Namun lantaran melaju terlalu ke tepi jalan, KIA Picanto itu membentur Suzuki Baleno beserta dua orang yang sedang menambal ban.  Akibat peristiwa itu, dua orang penambal ban, yakni Heru dan Samsu, dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami luka-luka.

Heru meninggal dunia saat perjalanan menuju RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Samsu yang mengalami luka pada bagian kepala serta tak sadarkan diri, dirawat di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro. Sementara, tiga penumpang mobil Picanto mengalami luka memar dan menjalani rawat jalan.

Kasatlantas Polres Klaten, AKP Adhytiawarman Gautama Putra, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono, mengatakan dua mobil yang terlibat kecelakaan sudah dibawa ke unit Laka Satlantas Polres Klaten. Sementara itu, pengemudi KIA Picanto masih menjalani pemeriksaan.

“Sesuai aturannya menyalip dari sisi kiri itu salah dan tidak dibolehkan. Kami masih memeriksa lebih lanjut pengemudi mobil Picanto,” urai dia saat dihubungi Solopos.com, Sabtu.

Sementara itu, Mahendra yang mengemudikan KIA Picanto mengatakan saat itu dia mengemudi mobil dalam perjalanan pulang dari rumah temannya di Jogja. Menurutnya, sebelum kejadian, sebuah mobil sedan lebih dulu menabrak Suzuki Baleno yang bannya sedang ditambal kedua korban.

Namun, dia mengaku tak mengetahui pelat nomor mobil jenis sedan tersebut. “Ada truk berjalan di lajur kanan kemudian sedan di lajur kiri. Keduanya melaju di depan mobil saya. Tak berapa lama, sedan beralih melaju ke lajur kanan di belakang truk. Tetapi, secara tiba-tiba banting setir terlalu ke kiri dan menabrak yang ada di bengkel [tambal ban]. Mobil yang saya kemudikan lantas menabrak sedan dan mobil saya terpelanting. Setelah kejadian itu sedan kabur,” kata Mahendra.