Susah Cegah Sepeda Motor Masuk Area CFD Juanda Solo  

Pengendara motor menerobos barikade di area CFD Jl. Ir. Juanda, Solo, Minggu (7/10/2018) pagi. - Irawan Sapto Adhi
07 Oktober 2018 20:54 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO– Ketua Paguyuban PKL CFD Jl. Ir. Juanda, Agus Suranto, melihat Dinas Perhubungan (Dishub) Solo kewalahan dalam menjaga area CFD Jl. Ir. Juanda agar terbebas dari kendaraan bermotor. Jumlah petugas Dishub tidak sebanding dengan jumlah lokasi atau simpang jalan yang mesti dijaga. Karena itu, Paguyuban PKL CFD Jl. Ir. Juanda tidak mau tinggal diam. Dalam waktu dekat pihaknya berencana menemui pengurus Karang Taruna Pucangsawit untuk membantu pengamanan area CFD.

“Kami mau menggandeng Karang Taruna sekitar untuk mengatasi masalah kendaraan bermotor yang masih bisa masuk Jl. Ir. Juanda setiap kali diadakan CFD. Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan rapat dengan mereka,” jelas Agus saat diberbincang dengan solopos.com di Jl. Ir. Juanda, Minggu (7/10/2018) pagi.

Agus menilai pemasangan barikade tambahan di area CFD Jl. Ir. Juanda oleh Dishub sejak pekan lalu juga belum terlalu memberikan dampak positif. Dia melihat barikade tersebut mudah ditembus pengguna kendaraan roda dua. Agus memandang barikade harus dijaga petugas yang memberi peringatan pelanggar aturan. Petugas itu bisa berasal dari Karang Taruna.

“Ini tambah semrawut. Banyak kendaraan yang nekat menerobos barikade untuk masuk ke area CFD. Intinya Minggu ini tidak beda dengan sebelum ada penambahan barikade. Banyak PKL dan pengunjung yang merasa tidak nyaman lagi di CFD Juanda,” jelas Agus.

Agus meyakini pelibatan Karang Taruna mampu mengurangi pelanggaran. Pelanggaran tersebut dinsinyalir paling banyak dilakukan oleh warga Pucangsawit dan sekitarnya.

Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, sepakat area CFD Jl. Ir. Juanda perlu dijaga juga oleh masyarakat sekitar. Kelompok masyarakat yang bisa dilibatkan dalam pengamanan area CFD, yakni Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) maupun Karang Taruna. Ari menceritakan kebanyakan pengendara mengaku warga Pucangsawit sehingga minta toleransi masuk ke area CFD.

“Di wilayah tengah memang perlu ditangani FKPM, Karang Taruna, dan petugas Linmas. Masalahnya, banyak pelanggar yang diingatkan mengaku memiliki rumah di seputaran area CFD Jl. Ir. Juanda. Mereka kemudian beralasan ‘masak muleh omahe dhewe ora oleh’. Nah yang tahu mereka betul warga sana atau bukan kan warga [Pucangsawit],” jelas Ari.