Sudah Jadi, Begini Penampakan Monumen Susu Tumpah Boyolali

Pengguna jalan melintas di dekat Monumen Susu Tumpah di kawasan Pasar Kota Boyolali, Sabtu (6/10 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
07 Oktober 2018 20:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Monumen Susu Tumpah yang sempat membuat penasaran warga kini sudah kelar dibangun dan bisa lihat keseluruhan bentuknya.

Bangunan yang berada di kawasan simpang Pasar Kota Boyolali tersebut sudah lengkap, mulai dari botol, susu yang tertuang, serta gelas wadahnya.

Ketiga komponen utama monumen itu hampir semuanya berwarna putih, kecuali botol yang diberi variasi belang-belang warna hitam, mirip warna kulit sapi perah.

Selain itu, bangunan penyangga monumen yang berbentuk mirip kaleng susu dari peternakan sapi perah juga sudah jadi dan dicat warna hijau. Sedangkan belasan hingga puluhan kaleng asli penampung susu sapi perah dipasang mengelilingi monumen tersebut.

Sementara itu, sebagian warga menilai ikon baru untuk kota yang dikenal dengan Kota Susu itu cukup unik.

“Menurut saya monumen ini unik, berbeda dengan bangunan di daerah lain yang biasanya berbentuk tugu atau menara,” ujar Suradi, 42, warga Ampel saat ditemui di Boyolali, Sabtu (6/10/2018).

Sementara itu, Yuli, warga Boyolali, menilai meski bangunan itu berketinggian sekitar 9 meter dari permukaan jalan, bangunan ini terlihat mungil, terutama jika dilihat dari arah timur.

Hal itu karena di “belakang” monumen tersebut berdiri baliho-baliho berukuran besar. “Bagus, unik. Tapi kok kelihatan kecil ya?” tanyanya.

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Boyolali membuat bangunan menggambarkan susu yang diharapkan menjadi ikon baru di Boyolali mewakili sebutan itu. Bangunan ini dinamakan Monumen Susu Tumpah yang terletak sekitar 150 meter sebelah selatan Simpang Siaga (patung kuda).

Bangunan tersebut sekaligus menggantikan tugu jam yang selama ini menjadi land mark kawasan itu. Dari sebutannya, monumen susu punya nama yang unik.

Bagi warga yang mendengar nama Monumen Susu Tumpah ini mempersepsikannya sebagai susu cair yang jatuh dan tidak tertampung wadah sehingga nama ini membuat mereka penasaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali, Totok Eko Y.P., mengatakan monumen ini memang digambarkan dengan air susu di dalam botol yang dituangkan ke gelas.

“Monumen Susu Tumpah ini bentuknya seperti botol berisi susu yang disuntak [dituang] ke gelas,” ujarnya kepada Solopos.com, beberapa waktu lalu.