Kisah Para Juragan Karak di Asale Desa Kragan Karanganyar

Pengendara melintas di jalan utama Desa Kragan, Gondangrejo, Karanganyar, Senin (17/9 - 2018). (Solopos/Ponco Suseno)
07 Oktober 2018 10:15 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, dari dulu terkenal sebagai daerah penghasil karak (semacam kerupuk yang terbuat dari beras/nasi).

Bahkan masyarakat setempat meyakini pemberian nama Desa Kragan tak terlepas dari pekerjaan yang digeluti warga. Asale nama Desa Kragan sangat erat hubungannya dengan sebutan juragan karak.

Sejak puluhan tahun lalu, warga Kragan memang banyak yang membuat karak. Hal itulah yang mengakibatkan daerah tersebut diberi nama Kragan.

“Informasi secara turun-temurun, garis besarnya memang seperti itu. Kragan itu dikenal dengan para juragan karaknya. Pusat produksi karak berada di Dukuh Kragan. Saat ini, pemasaran karak hasil produksi warga Kragan berada di Solo dan sekitarnya. Ciri khas karak Kragan, yakni terbuat dari beras, kandel, dan rasanya gurih,” kata Kepala Desa (Kades) Kragan, Widada, kepada Solopos.com, Selasa (2/10/2018).

Kragan merupakan desa paling timur di Kecamatan Gondangrejo. Desa ini berada di pinggir Sungai Bengawan Solo.

Desa ini berbatasan dengan Jeruksawit dan Karangturi di bagian barat dan selatan. Di Kragan ada sembilan dukuh, yakni Kauman, Kragan, Bulak, Mbodo, Serenan, Karangwuni, Pengkol, Kanilan, dan Geretan.

Jumlah penduduk Kragan mencapai 4.501 jiwa dengan luas areal pertanian berkisar 152 hektare. “Karak Kragan itu terbuat dari beras. Di Kragan ini memang mayoritas warganya bekerja di bidang pertanian,” katanya.

Widada mengatakan kebersamaan dan semangat gotong-royong di Kragan sangat tinggi. Dalam dua tahun terakhir, warga Kragan yang memiliki pendapatan asli (PAD) desa senilai Rp75 juta per tahun sepakat mendukung moto baru, SANTRI. Moto tersebut memiliki makna Santun, Aman, Nyaman, Tertib, Rapi, dan Indah.

“Kebetulan, warga di Kragan ini mayoritas beragama Islam. Makanya, moto SANTRI itu sangat cocok. Semoga ke depan, Kragan ke depan terus maju. Apalagi, sebentar lagi di Kragan memiliki Jembatan Kragan di atas Sungai Bengawan Solo. Daerah di sini akan jauh lebih ramai. Kami pun sudah menyiapkan rencana membangun stasiun pengisian bahan bakar umum [SPBU]. Nantinya, Kragan tak hanya mengandalkan pertanian ataupun usaha mikro [seperti karak], tapi juga punya SPBU dengan menggandeng investor,” katanya.