Pemilu 2019: 7 Ruas Jalan di Wonogiri Ini Harus Steril APK

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
07 Oktober 2018 11:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Pemkab Wonogiri menetapkan ada tujuh ruas jalan di kabupaten tersebut yang harus steril dari alat peraga kampanye Pemilu 2019.

Hal itu diatur dalam Peraturan Bupati Wonogiri Nomor 9 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Wonogiri Nomor 30 Tahun 2013 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemasangan Atribut Kampanye.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Waluyo, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (6/10/2018), mengatakan berdasarkan Perbup Nomor 9 Tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemasangan Atribut Kampanye terdapat tujuh ruas yang harus steril dari APK.

“Sejak masa kampanye yang telah dimulai 23 September lalu hingga saat ini belum ada temuan alat peraga kampanye yang tidak sesuai ketentuan pemasangan. Hal ini telah disosialisasikan sebelumnya,” ujar Waluyo.

Ia menambahkan tujuh ruas jalan tersebut yakni Jl. R.M. Said, Jl. Ahmad Yani, Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Pemuda I dan II, Jl. Kabupaten, dan ruas jalan Nambangan hingga Klampisan.

Selain itu, lokasi pasar, terminal, rumah sakit, pelayanan kesehatan, sekolah, dan tempat ibadah, harus steril dari alat perga kampanye.

Menurutnya, radius 200 meter dari Alun-Alun Giri Krida Bhakti, kantor pemerintah, markas Polri dan TNI, kantor Badan Usaha Milik Daerah dan Badan Usaha Milik Negara, dan rumah-rumah pejabat juga harus steril.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Wonogiri, Ali Mahbub, mengatakan peraturan dalam tempat-tempat pemasangan alat peraga kampanye telah diatur dalam Perbub. Menurutnya, sejauh ini belum ada pelanggaran yang menyangkut pemasangan APK di lokasi steril.

Ia menambahkan apabila terdapat alat peraga kampanye yang dipasang di lokasi terlarang, Bawaslu akan berkoordinasi dengan stakeholder lain untuk melakukan penertiban.