Solopos Hari Ini: Tim Evakuasi Korban Gempa Berkejaran Waktu

Harian Umum Solopos edisi Senin (8/10 - 2018).
08 Oktober 2018 11:00 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Tim evakuasi di wilayah terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) harus berkejaran dengan waktu untuk mencari korban yang hilang dan tertimbun dalam bencana itu. Tim pencari tinggal memiliki waktu empat hari hingga Kamis (11/10/2018) untuk mencari 265 orang korban hilang dan 152 orang yang tertimbun.

"Evakuasi korban, bukan evakuasi masyarakat yang ingin keluar dari Palu, akan berhenti tanggal 11 Oktober 2018. Kalau tidak ditemukan, dinyatakan sebagai hilang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa pers di Kantor BNPB, Jakarta, Minggu (7/10/2018).

Kabar terbaru tentang upaya evakuasi korban gempa bumi tersebut menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Senin (8/10/2018). Berita tersebut bisa disimak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Selain itu, halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga memuat berita tentang Annual Meeting International Monetary FundWorld Bank Group (AM IMF-WBG) 2018 yang akan digelar di Bali.

Antara Sejarah Baru dan Bayang-Bayang Awan Hitam

Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank Group (AM IMF-WBG) 2018 akan digelar di Bali mulai Senin (8/10/2018). "Waktu yang tepat untuk memperbaiki atap adalah saat matahari sedang bersinar."

Acap kali kalimat tersebut diucapkan oleh Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde di sepanjang tahun ini. Kalimat itu kembali muncul dalam Laporan Tahunan IMF 2018 Tinjauan Umum: Membangun Masa Depan Bersama menjelang perhelatan AM IMF-WBG 2018.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Pada halaman Soloraya di Harian Umum Solopos edisi hari ini, ada kabar utama tentang rencana Pemkot Solo yang akan membatasi kendaraan yang diizinkan melintas di flyover Manahan. Kabar tentang acara Syukuran Banyu di Klaten juga menjadi sorotan pada halaman Soloraya di Harian Umum Solopos edisi hari ini.

Kendaraan Berat akan Dibatasi

Pemkot Solo berencana membatasi kendaraan yang diizinkan melintas di jalan layang Manahan jika mulai dioperasikan. Salah satu pembatasan yang ingin diterapkan Pemkot Solo adalah larangan kendaraan berat melewati jalan layang tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Solo Ari Wibowo mengatakan idealnya kendaraan berat, seperti bus dan truk, tidak melintasi jalan layang Manahan karena kapasitas lajur jalan flyover sangat terbatas.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Memanen Air, Mendulang Kesejahteraan

Ngundhuh banyu atau memanen air merupakan tradisi untuk menyampaikan rasa syukur atas karunia Tuhan yang melimpah berupa air. Desa Pluneng di Kecamatan Kebonarum, Klaten, memiliki dua mata air besar, salah satunya Umbul Pluneng atau dikenal juga sebagai Umbul Tirta Mulyana.

Umbul itu memiliki debit stabil sepanjang tahun. Seperti lazimnya umbul lain, Pluneng juga memiliki air yang jernih dan sehat. Prosesi ngundhuh banyu ini digelar pada Minggu (7/10/2018). Acara dimulai dengan upacara simbolisasi pertemuan Tirta Mulyani dan Tirta Mulyana.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.