Diawali Cekcok, Begini Kronologi Pembunuhan Ibu Muda Boyolali

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi, Senin (8/10 - 2018), memberikan keterangan mengenai kasus pembunuhan ibu muda di Musuk, Boyolali.
08 Oktober 2018 15:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Polisi Boyolali berhasil mengungkap misteri kematian Novi Septiyani, 22, ibu muda asal Gumukrejo, Desa Kebongulo, Kecamatan Musuk, Boyolali.

Kecurigaan polisi bahwa Novi meninggal karena dibunuh terbukti dan pembunuhnya tak lain adalah suaminya sendiri, Handoko, 36. Handoko sudah ditetapkan tersangka dan ditahan untuk penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi menjelaskan pembunuhan itu terjadi setelah pasangan ini terlibat cekcok pada Minggu (30/9/2018) malam. Saat itu Handoko pulang ke rumah sekitar pukul 22.00 WIB sehabis bersenang-senang di tempat karaoke wilayah Boyolali Kota.

Sebagai seorang istri, Novi menanyakan kepada Handoko alasannya pulang malam. Terlebih, ada aroma minuman keras yang tercium dari tubuh Handoko. Namun pertanyaan itu disambut Handoko dengan kesal sehingga terjadilah pertengkaran di ruang tamu yang disaksikan juga oleh anak mereka.

Selanjutnya Handoko yang bekerja sebagai pedagang sapi ini masuk ke kamar bermaksud hendak tidur dan meninggalkan ponselnya di salah satu meja rumahnya. Melihat ponsel suaminya tergeletak, Novi mengambilnya dan menghubungi nomor yang diperkirakan kerap berkomunikasi dengan suaminya.

Belakangan diketahui, nomor tersebut milik Y, seorang wanita pemandu karaoke di tempat yang sering didatangi Handoko untuk bersenang-senang.

“Saat itu Handoko bangun lagi dan berusaha merebut ponsel dari tangan Novi. Handoko memukul Novi. Bahkan, Handoko juga mencekik Novi hingga akhirnya Novi terjatuh,” ujar Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Zulfikar Iskandar, Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto, Kapolsek Musuk Iptu Budi Sukarno, dan sejumlah pejabat Polres kepada wartawan di Mapolres Boyolali, Senin (8/10/2018).

Setelah terjatuh, Novi ditinggalkan begitu saja di ruang tamu dalam kondisi tertelungkup dan Handoko kembali ke kamar untuk melanjutkan tidur. Sekitar pukul 03.00 WIB, Senin (1/10/2018), Handoko terbangun dan mendekati istrinya yang masih tertelungkup di ruang tamu bermaksud membangunkannya.

Namun, diperkirakan saat itu Novi sudah meninggal dan kemudian Handoko memberi tahu tetangganya tanpa menyebutkan penyebabnya. Novi dimakamkan Senin siang.

Namun, persoalan tak selesai sampai di situ. Kematian Novi menjadi pergunjingan di kalangan warga sekitar yang mencurigai ada yang tidak beres.

Kabar itu pun akhirnya sampai ke Polsek Musuk yang kemudian melakukan penyelidikan dan berujung pada pembongkaran makam, autopsi, dan penangkapan Handoko sebagai tersangka pembunuh istrinya.