Puting Beliung Sapu Boyolali Rusak Atap Bangunan

Bangunan yang atapnya rusak akibat puting beliung di RT 003/RW 010 Kampung Sidoharjo, Kelurahan Banaran, Boyolali Kota, Senin (8/10 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
08 Oktober 2018 17:40 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Angin puting beliung menyapu wilayah RT 003/RW 010, Kampung Sidoharjo, Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali Kota, Senin (8/10/2018).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun sebagian atap bangunan milik sejumlah warga rusak. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB itu sangat mengejutkan karena saat itu cuaca panas dan langit pun cerah.

Tiba-tiba saja, angin berputar itu datang dan menyapu permukiman warga. Warga mengatakan atap rumah warga yang terbuat dari genting, asbes, dan seng beterbangan dan kemudian jatuh puluhan meter dari tempat semula.

Selain itu, angin juga mengangkat debu dan sampah hingga membubung tinggi ke angkasa. Salah satu warga Sugiyarto, 39, menuturkan puting beliung itu terjadi dalam waktu singkat, kurang dari semenit. Namun dampak yang diakibatkan cukup mencengangkan.

“Saat itu saya sedang istirahat di rumah dan makan bersama istri dan anak saya. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Dari balik jendela saya melihat angin berputar-putar membawa debu dan sampah serta menerbangkan atap-atap rumah. Kami sangat takut dan kami hanya berpelukan di dalam rumah sambil berdoa meminta perlindungan kepada Tuhan,” ujarnya saat ditemui wartawan sesaat setelah kejadian.

Pengakuan senada diungkapkan Haryani, 50, tetangga Sugiyarto. Menurutnya, saat kejadian dia sedang Salat Duhur dan tiba-tiba mendengar suara gemuruh.

“Saya sedang salat lalu saya dengar suara gemuruh. Lalu selesai salat saya keluar dan atap asbes di depan rumah saya sudah banyak yang rontok,” ungkapnya.

Sementara itu, pantauan Solopos.com, sebagian atap sejumlah rumah sudah terlepas dari tempatnya. Sementara itu, bekas asbes dan genting tampak berserakan di sekitar lokasi.

Lurah Banaran Raharjo yang mendapat laporan peristiwa itu langsung datang ke lokasi melihat kondisi. Selain itu, sejumlah aparat dari Polsek dan Koramil Boyolali Kota juga datang untuk mengecek situasi setelah puting beliung.