Calon Sekda Solo Ketahuan Tak Pernah Srawung Tetangga

ilustrasi mutasi pejabat. (Solopos/Dok)
09 Oktober 2018 21:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Panitia Seleksi (Pansel) jabatan tinggi pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Solo menemukan ada kandidat sekda yang memiliki rekam jejak kurang baik di lingkungan tempat tinggalnya.

Rekam jejak tersebut bakal menjadi bahan pertimbangan pansel dalam penilaian akhir seleksi calon sekda Solo. Saat ini proses seleksi Sekda tengah memasuki tahapan tes wawancara.

Tujuh calon Sekda mengikuti tes wawacara di ruang rapat Wali Kota pada Selasa (9/10/2018). Tujuh calon Sekda itu adalah Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Solo Rakhmat Sutomo, Kepala Satpol PP Solo Sutarjo.

Kemudian Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Solo Suwarto, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Solo Gatot Sutanto, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Solo Ahyani, serta Kepala Inspektorat Kabupaten Sragen Wahyu Widayat.

“Hari ini kami melaksanakan tes wawancara terhadap tujuh peserta calon Sekda. Tahapan ini untuk sebagai rangkaian akhir seleksi sekda sebelum menentukan tiga nama yang akan disodorkan ke wali kota,” kata Ketua Pansel Anwar Hamdani ketika dijumpai wartawan di sela tes wawancara.

Pansel akan melakukan rekapitulasi nilai yang diperoleh masing-masing kandidat. Rekapitulasi tersebut adalah nilai dari seleksi administratif, tes tertulis, uji program dan gagasan, uji kompetensi, tes wawancara dan tes kesehatan.

Selain hasil penilaian tersebut, Pansel juga memasukkan penilaian berdasarkan asas kepatutan dan kelayakan masing-masing calon. Dalam hal ini salah satu penilaiannya pada rekam jejak dan home visit ke lingkungan tempat tinggal calon maupun lokasi kerja.

“Jadi ada skor nilai akumulatif tes seleksi, juga asas kepatutan dan kelayakan calon menjadi sekda. Hal ini akan menjadi pertimbangan kami menentukan tiga calon untuk diajukan ke Wali Kota,” katanya.

Pekan lalu Pansel telah melakukan home visit dan penelusuran rekam jejak kandidat. Home visit dilakukan langsung oleh anggota pansel ke kediaman tujuh kandidat.

Pansel menemui tetangga dan pengurus RT setempat untuk mengetahui perilaku keseharian kandidat saat di rumah. Dari hasil tersebut, pansel menemukan ada kandidat tidak kenal dengan tetangganya.

“Jadi ada yang tidak pernah srawung. Enggak pernah keluar rumah. Bahkan enggak kenal dengan tetangga,” ujar Anwar tanpa menyebut identitas kandidat yang dimaksud.

Home visit inilah menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan hasil akhir pemilihan sekda.