Ngegame Online dan Nongkrong saat Jam Sekolah, Pelajar Solo Kena Razia  

Ilustrasi razia siswa yang bolos sekolah oleh petugas Satpol PP, Rabu (21/2/2018). - Nicolous Irawan
09 Oktober 2018 21:28 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Setidaknya ada puluhan pelajar yang terjaring razia tim Satpol PP dalam satu pekan ini. Mereka membolos sekolah dan menongkrong di warung makan serta bermain game warung Internet (warnet).

“Puluhan pelajar terjaring razia, semua pelajar SMP dan SMA atau SMK,” kata Kepala Satpol PP Solo Sutarjo kepada wartawan di Balai Kota Solo, Selasa (9/10/2018).

Para pelajar ini tak bisa berkutik saat petugas datang. Beberapa remaja berusaha melarikan diri, namun berhasil ditangkap petugas.  Satpol PP kemudian membina mereka.

“Kami minta mereka membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi,” kata Sutarjo.

Selain itu, Sutarjo mengatakan Satpol PP berkoordinasi dengan orang tua dan guru sekolah. Siswa yang terjaring razia harus dijemput wakil sekolah dan orang tua masing-masing. Hal ini bagian dari pembinaan.

Sementara untuk memberi efek jera, Sutarjo berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) memberi pelatihan baris berbaris dan program lainnya. Satpol PP juga menegur pengelola warnet dan game online yang mengizinkan siswa berseragam sekolah bermain saat jam belajar.

“Pihak warnet akan kami kirimkan surat teguran keras. Ini menyalahi aturan, ada larangan mengizinkan siswa datang saat jam belajar,” kata dia.

Sekretaris Satpol PP Arif Darmawan menambahkan razia pelajar bolos dilakukan atas permintaan dan laporan pihak sekolah. Pengelola sekolah  mengeluhkan pelajar yang bolos dan bermain game online. “Petugas tidak hanya memantau pada siang hari tapi juga malam hari. Karena banyak anak-anak usia pelajar masih berkeliaran pada malam hari,” katanya.

Beberapa lokasi telah dipetakan Pemkot sebagai tempat menongkrong para pelajar saat malam hari, yakni di Plaza Manahan, Sriwedari, dan depan Bank Indonesia (BI).