Kecelakaan Sukoharjo: Pengendara Mobil Di Bawah Umur Tabrak Motor, 1 Meninggal

ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (Solopos/Dok)
09 Oktober 2018 16:55 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Seorang pengendara sepeda motor, Djoko Prayitno, 28, warga Desa Palur, Mojolaban, Sukoharjo, meregang nyawa setelah tertabrak mobil di jalan kampung Dusun Jatimalang, Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Selasa (9/10/2018) sekitar pukul 09.00 WIB.

Mobil yang menabrak Djoko disopiri remaja usia 14 tahun, FV, warga Mojolaban. Mengingat umurnya, FV sebenarnya belum layak mengendarai mobil.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa, kejadian bermula saat FV yang mengendarai mobil Honda Civic berpelat nomor D 1705 BW melaju cukup kencang dari arah timur menuju barat.

Kala itu, FV sendirian mengendarai mobil melewati jalan perkampungan yang sempit. Sampai di lokasi kejadian, FV hendak menyalip sepeda motor di depannya.

Tiba-tiba muncul sepeda motor Honda Beat berpelat nomor AD 3764 AEB yang dikendarai Djoko Prayitno dari arah berlawanan. Tabrakan keras pun tak terhindarkan di lokasi kejadian.

“Sopir mobil tak bisa mengendalikan laju dan menabrak sepeda motor dari arah berlawanan. Mobil sempat oleng dan menabrak tiang listrik,” kata KBO Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Suyono, mewakili Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Zamroni, saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Saking kerasnya tabrakan, Djoko sempat terseret hingga beberapa meter di lokasi kejadian. Bodi bagian depan sepeda motornya ringsek setelah ditabrak mobil.

Kejadian itu menyedot perhatian warga setempat dan pengguna jalan. Mereka lantas membawa jenazah Djoko ke RSUD Ir. Soekarno.

Sementara sopir mobil yang masih berstatus pelajar tak mengalami luka di tubuhnya. “Sopir mobil masih berumur 14 tahun dan belum mengantongi Surat Izin Mengemudi [SIM]. Semestinya, orang tuanya melarang mengendarai mobil di jalan raya. Apalagi sampai merenggut korban jiwa,” ujar dia.

Petugas telah memintai keterangan FV maupun sejumlah saksi di lokasi kejadian. Suyono bakal mengintensifkan razia kendaraan bermotor terutama di jalan perkampungan dan perdesaan.

Biasanya, warga yang tak memakai helm atau membawa surat kelengkapan kendaraan bermotor kerap melewati jalan perkampungan atau perdesaan.

“Ini menjadi bagian dari edukasi masyarakat terutama orang tua agar memperketat pengawasan terhadap anak. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi pada masa mendatang,” kata dia.