Korban Pencabulan Sragen Lahirkan Anak Laki-laki

ilustrasi pencabulan. (Solopos/Whisnu Paksa)
09 Oktober 2018 10:40 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- DS, 15, korban pencabulan oleh pakdenya sendiri, melahirkan bayi laki-laki di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Minggu (7/10/2018).

Bayi itu menjadi anak ke-20 Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) Sragen yang lahir dari perempuan-perempuan korban pencabulan maupun perkosaaan yang mereka dampingi selama bertahun-tahun.

“Alhamdlulillah, lahir normal. Bobotnya 2,7 kg. Bayi itu diasuh keluarga korban sendiri dan korban masih bersemangat melanjutkan sekolah. Saat tertimpa kasus ini, korban duduk di kelas XI SMK. Seperti biasa perawatan di RSUD gratis karena mendapat pendampingan langsung dari APPS dan atas rujukan dari Dinas Sosial,” ujar Koordinator APPS Sugiarsi kepada Solopos.com, Selasa (9/10/2018).

Sugiarsi menjelaskan biaya persalinan korban kejahatan seksual menjadi tanggung jawab negara. Sugiarsi yang memberi nama pada bayi laki-laki itu pada Senin (8/10/2018). Inisial nama bayi itu BPA.

“Ya, kemarin saya yang memberi nama sendiri. Saya datang ke RSUD bersama Sekretaris APPS Sumarni. Saat itu dokter anak RSUD juga datang,” kisahnya.

APPS selama ini menganggap bayi-bayi yang lahir dari perempuan korban pencabulan yang mereka dampingi sebagai cucu. Sugiarsi mengatakan 19 cucu lainnya yang juga lahir dari korban kejahatan seksual ada yang diasuh keluarga korban dan ada yang diadopsi.

Dia menyebut ada dua anak yang sudah diadopsi orang Jakarta. “Mereka ganteng dan cantik yang lahir pada 2012 lalu. Mereka sudah sekolah juga sekarang. Ada yang lahir tahun 2009 juga sudah sekolah kelas II SD,” tuturnya.

Saat ini, kasus pencabulan dengan korban DS dengan pelaku pakdenya sendiri itu masih ditangani Polres Sragen.