Warga Sragen Jadi Korban Kecelakaan Pesawat Air Nugini di Laut Pasifik

Ilustrasi kecelakaan pesawat. (Solopos/Dok)
09 Oktober 2018 19:35 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Warga Dukuh Trombol RT 022, Desa Ketro, Tanon, Sragen, Singgih Eko Cahyanto, 27, menjadi korban kecelakaan pesawat yang jatuh di laut lepas perairan Pulau Chuuk, Negara Bagian Mikronesia, Jumat (28/9/2018) lalu. 

Pesawat Air Nugini jenis Boeng 737-800 NG terjatuh dengan jarak 137 meter dari landasan. Singgih merupakan korban jiwa satu-satunya dalam musibah tersebut dan jenazah diterima keluarga di Sragen kemudian dimakamkan, Selasa (9/10/2018) pukul 14.00 WIB.

Penyerahan jenazah dihadiri perwakilan dari perwakilan Kedutaan Besar RI di Port Moserby Maya Damayanti, perwakilan dari maskapai Air Nugini, Camat Tanon Suratman, Kapolsek Tanon, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sragen Pudjiatmoko, Kades Ketro Wiratno, dan sejumlah pihak lainnya.

Kepala Disnaker Sragen, Pudjiatmoko, membenarkan informasi tersebut. Ia sendiri hadir dalam prosesi pemakaman Singgih. Dia menyampaikan Singgih bekerja di Papua Nugini sebagai anak buah kapal.

Sementara itu, Kepala Desa Ketro, Tanon, Sragen, Wiratno, menyampaikan Singgih masih lajang. Dia mengatakan Singgih sebenarnya hendak pulang dari Papua Nugini ke Indonesia karena kontrak kerjanya habis. 

Dia mengatakan informasi yang didapat pesawat jatuh ke perairan saat hendak landing.

“Ya, warga saya itu menjadi korban satu-satunya yang meninggal dunia. Sudah ada santunan baik dari Kementerian Luar Negeri maupun dari maskapai tetapi nominalnya tidak disebutkan. Hanya tadi menyebut ada 2.000 ringgit dari rekan-rekan korban,” ujarnya.

Singgih dimakamkan di permakaman umum Dukuh Pantirejo, Gabugan, Tanon, Sragen, pada pukul 15.15 WIB.