Suami Bunuh Istri Boyolali Hobi Karaoke, Bisa Habis Rp3 Juta Semalam

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi, Senin (8/10 - 2018), memberikan keterangan mengenai kasus pembunuhan ibu muda di Musuk, Boyolali.
09 Oktober 2018 16:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Handoko, 36, Gumukrejo, Desa Kebongulo, Musuk, Boyolali, suami yang membunuh istrinya sendiri, Novi Septiyani, 22, memiliki hobi karaoke dan bersenang-senang di tempat hiburan.

Dalam semalam Handoko bisa menghabiskan Rp1 juta-Rp3 juta hanya untuk memenuhi hobinya itu. Fakta itu terungkap dari mulut Handoko sendiri.

Dia mengaku kerap bersenang-senang dengan teman-temannya ditemani para pemandu lagu di tempat karaoke. Pada hari terjadinya cekcok yang berujung kematian istrinya, Minggu (30/9/2018), Handoko juga baru saja pulang dari salah satu tempat karaoke di Boyolali bersama seorang temannya. 

Malam itu, ditemani dua orang lainnya yang merupakan pemandu lagu, Handoko menghabiskan uang Rp2 juta untuk bersenang-senang. “Rp2 juta. Malam itu saya nyanyi sama satu teman dan dua LC [lady companion],” ujarnya kepada wartawan di Mapolres, Senin (9/10/2018).

Sebelum berkaraoke, Handoko sempat membeli minuman keras (miras) di sebuah warung di kawasan Ngebong (sekitar Balai Sidang Mahesa) di Kecamatan Boyolali Kota. 

Setelah minum miras itu, barulah dia berkaraoke. Kemudian sepulang bersenang-senang itulah Handoko terlibat cekcok dengan istrinya dan berujung kematian istrinya itu.

Sementara itu, Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi yang mengetahui Handoko meminum miras sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi langsung memerintahkan jajarannya merazia lokasi tempat Handoko membeli miras tersebut. 

“Setelah ini langsung razia tempat itu,” ujar Kapolres yang saat itu didampingi Wakapolres Kompol Zulfikar Iskandar, Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto, Kapolsek Musuk Iptu Budi Sukarno, dan sejumlah pejabat Polres.

Perintah tersebut langsung ditindaklanjuti Satuan Sabhara dan Satuan Narkoba pada hari yang sama dengan merazia warung di kawasan Ngebong (sekitar Balai Sidang Mahesa) di Kecamatan Boyolali Kota.

Namun, saat petugas datang, warung tersebut tutup. Warga sekitar mengatakan warung itu tidak buka sejak pagi. Razia dilanjutkan ke salah satu kios di Pasar Sunggingan, Boyolali. 

Di sana petugas mengamankan 17 kardus berisi botol miras berbagai jenis. “Di warung [yang mirasnya dibeli Handoko] itu tutup, lalu kami geser ke Pasar Sunggingan. Di sana kami amankan 17 kardus miras,” ujar Kasat Sabhara AKP Edi Sukamto, Selasa, yang memimpin langsung razia bersama Kasat Narkoba AKP Arifin Suryani.