Satpol PP Karanganyar Temukan Video Porno di HP Pelajar Tergaruk Razia

Handphone salah satu pelajar Karangayar yang menyimpan video porno. (Istimewa)
09 Oktober 2018 19:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com KARANGANYAR -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar menangkap 26 orang pelajar SMA/SMK yang ketahuan membolos sekolah pada Selasa (9/10/2018).

Mereka ditangkap saat menongkrong di sejumlah lokasi favorit pelajar yang membolos. Rata-rata mereka membolos di warung dekat sekolah, seperti di Bejen, Jungke, Tegalasri, dan lain-lain.

Sebanyak 26 pelajar itu ditangkap personel Satpol PP yang dibagi menjadi beberapa tim. Satpol PP menerjunkan sejumlah tim untuk menyisir sejumlah tempat yang sering digunakan pelajar membolos.

"Mereka diamankan dalam dua gelombang. Pertama, 20 anak dulu. Kemudian enam anak. Anak-anak ini wajah baru [bukan pelajar yang sering terjaring razia]. Yang diangkut hari ini dari warung di sekitar sekolah di Bejen, Jungke, Tegalasri, dan Beji. Dari empat sekolah," kata Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perda Satpol PP Karanganyar, Joko Nugroho, saat diwawancarai wartawan di Kantor Satpol PP, Selasa (9/10/2018).

Satpol PP menjatuhkan peringatan pertama kepada 26 pelajar itu. Keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak.

Satpol PP memanggil perwakilan sekolah dan orang tua siswa untuk membina para siswa itu. Pelajar yang tertangkap juga diwajibkan lapor selama lima hari ke Kantor Satpol PP.

"Semua dihukum menghormat bendera merah putih di halaman kantor, menghafal Pancasila, lalu diberi pembinaan lisan di ruang khusus pembinaan. Kami minta mereka introspeksi diri demi masa depan lebih baik. Ada yang enggak hafal [Pancasila] dihukum push up," tutur dia.

Anggota Satpol PP juga mengecek isi handphone setiap pelajar. Saat itulah, mereka menemukan video porno. Pemilik handphone mengaku memiliki video porno itu dengan cara mengunduh maupun mendapat kiriman dari temannya.

"Seluruh handphone dikumpulkan petugas Satpol PP. Lalu dicek isi di galeri, gambar maupun video. Ada file video porno di sejumlah handphone. Selebihnya tidak ada [minuman keras dan benda berbahaya lain]," ungkap Joko.

Joko menyampaikan Satpol PP merazia pelajar bolos sewaktu-waktu. Tidak ada jadwal maupun waktu yang pasti. Satpol PP memiliki regu intelijen yang mengintai di sejumlah lokasi.

Dia meminta warga proaktif melapor ke Satpol PP apabila melihat pelajar membolos saat jam pelajaran. "Sebagian kabur. Masyarakat silakan melapor jika menemukan pelajar bolos. Kami akan menindaklanjuti," tutur dia.

Salah seorang pelajar yang terjaring razia Satpol PP, TS, 16, membantag sedang membolos saat ditanyai salah satu anggota Satpol PP. Dia menuding anggota Satpol PP salah tangkap. Saat terjaring razia, TS mengaku hendak membeli parfum di salah satu warung di Bejen.

"Saya itu mau beli parfum. Saya enggak nongkrong. Cuma kesiangan berangkat. Bangun jam 08.00 WIB. Di warung ada empat teman juga diangkut," ujar TS.