Solopos Hari Ini: Ganjar Pranowo Cari Sukarelawan Pengajar

Harian Umum Solopos edisi Rabu (10/10 - 2018).
10 Oktober 2018 12:30 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo akan mencari sukarelawan tenaga pengajar untuk menggantikan guru tidak tetap (GTT) yang mogok kerja. Di Wonogiri, lebih dari 6.000 GTT dan pegawai tidak tetap (PTT) dimulai mogok kerja sejak Senin (8/10/2018).

Hal itu menjadikan camat, bidan desa, pensiunan guru, personel Polri dan TNI diterjunkan ke sekolah untuk mengajar di SD dan SMP. Ganjar meminta GTT PTT mengurungkan niat mereka menggelar aksi mogok. Namun, Ganjar akan mengantisipasi dengan menyiapkan sukarelawan pendidikan sebanyak-banyaknya guna mengisi kekosongan yang ditinggalkan para tenaga honorer.

Kabar tentang aksi mogok kerja GTT/PTT yang memicu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mencari sukarelawan itu menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Rabu (10/10/2018). Berita tersebut bisa dibaca selengkapnya di E-Paper Solopos.

Selain itu, halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga menyajikan kabar tentang upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi dengan menjanjikan hadiah Rp200 juta kepada pelapor kasus korupsi.

Pelapor Kasus Korupsi Dihadiahi Rp200 Juta

Warga yang menjadi pelapor kasus korupsi bisa mendapatkan hadiah hingga Rp200 juta dari negara. Aturan tentang pemberian hadiah atau premi bagi pelapor kasus korupsi tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 43/2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi.

PP yang ditandatangani Persiden Joko Widodo (Jokowi) pada 17 September lalu menggantikan PP No. 71/2000. Dalam PP No. 43/2018 yang diunduh Solopos dari laman Setneg.go.id, Selasa (9/10/2018), disebutkan warga yang menjadi pelapor kasus korupsi bisa mendapatkan penghargaan berupa premi yaitu dua permil (0,2%) dari jumlah kerugian keuangan negara yang dapat dikembalikan kepada negara atau maksimal Rp200 juta.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar utama tentang dinamika transportasi umum di Kota Solo. Ada pula berita rencana kenaikan tamsil PNS atau ASN di Kota Solo pada halaman Soloraya di Harian Umum Solopos edisi hari ini.

Hijrah ke Taksi Online

Sejumlah pengemudi angkuta di Solo memilih beralih pekerjaan menjadi pengemudi taksi aplikasi online pelat hitam. Ketua Koperasi Trans Roda Sejati (TRS), Triyono, mengakui 10 anggotanya kini telah menekuni pekerjaan sebagai pengemudi taksi online di Soloraya.

Mereka diizinkan menjadi pengemudi taksi online pelat hitam yang dikelola sendiri oleh pengurus Koperasi TRS. Triyono mengklaim Koperasi TRS telah mendapatkan izin operasional taksi online dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) untuk kuota lima taksi. Sedangkan lima taksi online lainnya, dia mengakui, belum mendapatkan izin operasional.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Tambahan Penghasilan Naik dengan Catatan

Anggaran kenaikan tambahan penghasilan (tamsil) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dipastikan meningkat pada 2019. Namun, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Solo memberikan banyak catatan dalam pencairan tambahan tamsil tersebut.

Sebelumnya, Banggar DPRD Solo menolak usulan kenaikan tamsil untuk ASN yang bekerja di Pemkot Solo dalam rapat Banggar DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Kantor DPRD Solo, Selasa (2/10/2018) malam. Banggar menilai kenaikan tamsil seiring penerapan e-Kinerja pada 2019 tersebut belum dapat dibuktikan efektifitasnya.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.