Warga Tanon Sragen Masuk Bui Gara-Gara HP Rp3 Juta

Ilustrasi pencurian handphone. (mirror.co.uk)
10 Oktober 2018 11:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Warga Dukuh Karang Tanjung, Slogo, Tanon, Sragen, Haryono, 35, harus mendekam di sel tahanan Mapolres Sragen karena diduga membawa kabur handphone (HP) senilai Rp3 juta.

HP yang dibawa kabur Haryono itu bermerek Oppo tipe A3S warna hitam milik Sri Sendari, 35, warga Sragen Kulon, Sragen. Haryono dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan.

Kapolsek Gemolong AKP I Ketut Putra mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat dihubungi Solopos.com, Selasa (9/10/2018) malam, menjelaskan peristiwa dugaan penggelapan tersebut terjadi pada Rabu (3/10/2018) di Taman Edupark Kampung Kauman, Kelurahan/Kecamatan Gemolong, Sragen, tetapi baru dilaporkan pada Selasa (9/10/2018) siang.

“Peristiwa itu bermula saat korban janjian dan bertemu terlapor yang mengaku bernama Hendra. Korban dijemput di dekat SMPN 6 Sragen dan selanjutnya menuju Gemolong untuk mencari kontrakan tempat usaha. Sesampainya di Gemolong, terlapor menunjukkan kios kontrakan tetapi korban tidak cocok dengan alasan kurang strategis,” ujarnya.

Selanjutnya, Haryono mengajak Sri Sendari ke tempat saudaranya di dekat kompleks Gunung Kemukus. Setibanya di Kedungkancil, Sri beristirahat dan menaruh ponselnya di jok motor.

Haryono mengambil ponsel itu dan memasukkannya ke dalam jok motor dengan alasan agar aman. Haryono kemudian mengendarai motor bersama Sri menuju Gemolong dan setibanya di Taman Edupark Gemolong Haryono meminta Sri turun.

“Terlapor bilang hendak ganti mobil. Korban ditinggal di Taman Edupark dan tidak kembali. Ponselnya dibawa kabur terlapor. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp3 juta. Haryono ditetapkan jadi tersangka dan ditahan di Polsek Sumberlawang,” ujarnya.