Bantuan PIP Siswa Miskin SD Klaten Ini Dipotong Rp50.000/Anak

Ilustrasi sekolah. (Solopos/Whisnu Paksa)
10 Oktober 2018 18:15 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN 1 Baturan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, dipotong Rp50.000/anak. Sekolah berdalih pemotongan itu untuk pembangunan lahan parkir sepeda.

Sumber Solopos.com yang enggan disebut identitasnya menceritakan bantuan PIP senilai Rp450.000 per siswa itu dicairkan pada September lalu. Siswa penerima termasuk orang tua murid dan dua orang guru bersama-sama mengambil uang di bank terdekat.

Seusai uang diterima siswa, uang itu lalu diminta dua orang guru yang mengantar. “Setelah itu, orang tua dan guru kembali ke sekolah. Sedangkan siswa penerima bantuan diperbolehkan pulang,” ujar salah satu orang tua murid SDN 1 Baturan, Gantiwarno, saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (9/10/2018).

Di sekolah, semua orang tua murid penerima bantuan PIP dikumpulkan. Dalam pertemuan itu hadir pula sejumlah guru dan perangkat Desa Baturan.

Orang tua murid menerima dana senilai Rp400.000. Sedangkan yang Rp50.000 dipotong sekolah. Perwakilan sekolah menyatakan dana itu untuk pemerataan bantuan kepada orang tua murid lain yang tidak menerima PIP.

“Jadi untuk bikin parkir dan juga untuk pemerataan bantuan kepada orang tua yang tidak dapat bantuan. Tapi saya lihat tidak ada yang berubah dengan tempat parkir. Orang tua yang tidak menerima bantuan saya tanya juga mengaku enggak menerima,” terang dia.

Dalam pertemuan itu, lanjut dia, salah satu perwakilan sekolah berpesan kepada orang tua penerima bantuan, jika ditanya petugas, nominal bantuan yang diterima Rp450.000, bukan Rp400.000.

“Dia bilang, ‘Kalau ditanya petugas jangan cerita ada potongan. Bilang saja bantuan diterima Rp450.000,’” ujar dia.

Dia pun heran. “Loh, kok saya malah disuruh bohong.”

Pemotongan itu bukan kali pertama terjadi. Dia juga pernah menerima bantuan PIP senilai Rp225.000 beberapa tahun lalu. Oleh sekolah, bantuan itu dipotong Rp25.000.

Alasan pemotongan disebut untuk pembangunan tempat parkir. “Dari dulu alasannya selalu tempat parkir,” keluhnya.

Kepala SDN 1 Baturan, Y. Sukardi, sedang pergi mengunjungi workshop di Klaten saat Solopos.com datang ke sekolah untuk menemui dan meminta konfirmasi darinya.

Di sekolah saat itu Solopos.com ditemui Wali Kelas IV SDN 1 Baturan, Sri Retnaning Hastuti (Retno). Retno membantah ada potongan itu.

“Enggak ada [potongan]. Kalau lebih lengkapnya, besok ke sini lagi saja bertemu pak kepala. Tapi besok juga masih ada workshop,” ujar Retno.

Saat Solopos.com meminta nomor ponsel Y. Sukardi untuk meminta konfirmasi melalui telepon, Retno mengaku tidak punya.

Kasi Pendidikan dan Peserta Didik Dinas Pendidikan Klaten, Sri Winarni, menyatakan belum menerima laporan soal pungutan bantuan PIP. Soal dugaan pungutan itu, ia menyatakan bakal mengumpulkan seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Kamis (11/10/2018).

”Saya minta laporan terperinci secara tertulis. Besok saya kumpulkan Korwil dan K3S. Kalau ada laporan tertulis selalu saya tindaklanjuti,” kata Winarni.