12 Korban Gempa Palu Asal Karanganyar Akhirnya Pulang Semua

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyerahkan bantuan kepada enam orang korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Jumat (5/10 - 20018). (Solopos/Sri Sumi Handayani)
10 Oktober 2018 22:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Korban gempa Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), asal Karanganyar, yang berjumlah 12 orang akhirnya pulang semua.

Sukarelawan Karangpandan (Rendan) dibantu SAR HNC dan donatur kembali memulangkan enam warga Karanganyar yang sebelumnya menolak meninggalkan Palu pascagempa.

Enam warga yang pulang pada gelombang kedua ini sampai di Karanganyar, Minggu (7/10/2018), atau selisih dua hari dengan enam orang yang pulang pada gelombang pertama.

Enam orang yang pulang pada Minggu itu tercatat sebagai warga Tawangmangu, Karangpandan, dan Jumantono.

Mereka adalah Wanto, warga Desa Blorong, Jumantono; Sutardi, warga Desa/Kecamatan Karangpandan; Sunarto, warga Desa Plumbon, Tawangmangu; Udin, warga Desa Gerdu, Karangpandan; Jodi, warga Desa Nglebak, Tawangmangu; dan Sosro, warga Desa Tengklik, Tawangmangu.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, proses pemulangan enam orang itu sama dengan saat memulangkan enam orang pertama.

Anggota Rendan, Ade Irawan, membenarkan 12 warga Karanganyar yang menjadi korban gempa di Palu sudah pulang semua.

Ade menjelaskan enam orang yang pulang terakhir itu menghubungi anggota Rendan di Palu. Mereka diarahkan ke Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu untuk menemui anggota SAR Human Nature Care (HNC) dan Rendan di bandara.

Enam orang itu diminta datang pada Minggu pagi. Mereka mengantre untuk menumpang pesawat Hercules menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pukul 08.00 Wita.

"Sampai bandara Makassar, mereka menghubungi anggota Rendan di Karangpandan. Kami membelikan tiket pesawat menuju Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Pesawat pukul 14.00 WITA dan tiba di Yogyakarta pukul 16.10 WIB. Kami jemput naik mobil," jelas Ade.

Menurut Ade, enam orang yang semula ingin bertahan di Palu itu memutuskan pulang ke Karanganyar karena kondisi di Palu masih terus diguncang gempa susulan. Ditanya tentang uang untuk membeli tiket pesawat, Ade tersenyum.

"Ambil dari uang kas Rendan dan urunan anggota sukarelwan. Harga tiket Rp800.000-Rp900.000 per orang."