Ketoprak HUT Karanganyar Jadi Ajang Galang Dana Peduli Palu

Seniman Karanganyar menggelar pentas ketoprak di Plasa Alun-alun Karanganyar, Senin (8/10/2018) malam. - Ponco Suseno
10 Oktober 2018 20:41 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR – Puluhan seniman asli Karanganyar menggelar pentas ketoprak di Plasa Alun-alun Karanganyar, Senin (8/10/2018) malam. Selain menghibur warga sekaligus menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-101 Kabupaten Karanganyar, pentas tersebut juga diwarnai aksi penggalangan dana bagi warga terdampak bencana di Palu.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di lapangan, masyarakat dari berbagai daerah di Bumi Intanpari turut menyaksikan pentas ketoprak dengan lakon Suminten Edan. Hadir pula Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi beserta sejumlah pejabat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Lakon Suminten Edan yang disutradarai Joko Dwi Suranto dinilai sudah merakyat. Lakon tersebut menceritakan kisah percintaan Suminten dengan Raden Mas Subroto di Kadipaten Trenggalek pada masa itu. Cerita itu berisi tentang percintaan, kebijakan pemimpin, dan penyelesaikan perselisihan.

“Salah satu pesan yang ingin disampaikan di sini adalah seluruh elemen masyarakat dan para pejabat harus hidup rukun. Ketika rukun, sangat mudah menyikapi suatu permasalahan,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Ketoprak sekaligus Ketua Seniman Karanganyar (Sekar), Joko Dwi Suranto, di sela-sela kegiatan bertajuk Pentas Ketoprak Seniman Karanganyar Dalam Rangka HUT ke-101 Karanganyar.

Pada kesempatan itu, para seniman di Karanganyar juga bersepakat menggalang dana bagi korban terdampak bencana alam di Palu, Sulawesi. Melalui penggalangan dana tersebut diharapkan dapat meringankan beban yang ditanggung para anak bangsa di Palu dan sekitarnya.

“Penggalangan dana dilakukan juga oleh seluruh anggota Sekar di berbagai kecamatan. Saat ini penggalangan masih berlangsung,” katanya.

Sekda Samsi, mengapresiasi pementasan ketoprak yang digelar para seniman di Bumi Intanpari. Pentas ketoprak dinilai dapat memberikan hiburan ke masyarakat dan merupakan upaya melestarikan budaya Jawa.

“Semoga ke depan, Sekar dapat terus berkembang secara organisasi. Dalam waktu dekat ada perayaan hari wayang sedunia di Karanganyar dengan menggandeng dalang Ki Manteb Soedharsono dan Ki Purbo. Saya berharap, para seniman di Karanganyar juga ikut andil,” katanya.