GTT & Guru Honorer di Solo Enggan Ikutan Mogok, Ini Alasannya

Ilustrasi guru (Reuters/Brian Snyder)
11 Oktober 2018 05:30 WIB Insetyonoto Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Guru tidak tetap (GTT) dan guru honorer di Solo tidak melakukan aksi mogok mengajar sebagaimana yang dilakukan di daerah lain. Mereka merasa kasihan kepada anak didik.

Hal ini diungkapkan Koordinator GTT Solo, Asmuni, dan pengurus guru honorer K2 Solo, Sri Kusumo, saat dihubungi Solopos.com secara terpisah, Rabu (10/10/2018). Menurut Asmuni, aksi mogok mengajar di sekolah tidak efektif. Para guru merasa kasihan terhadap anak didik. “Saya beberapa kali dihubungi kawan-kawan GTT dari beberapa daerah agar ikut mogok mengajar, tapi saya jawab tak ikut,” kata dia.

Untuk memperjuangkan nasib GTT, pihaknya telah beraudiensi ke komisi IV DPRD Solo serta mengirimkan perwakilan ke instansi terkait di Jakarta. “Dari upaya yang kami lakukan sudah ada solusi untuk GTT yang sudah berusia di atas 35 tahun. Mereka akan diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja,” ungkap dia.

Asmuni yang yang juga Ketua Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) Solo menyebutkan jumlah GTT SD dan SMP sebanyak 600 orang.

Sementara itu, Sri Kusumo, mengaku tidak ikut mogok mengajar karena langkah tersebut tak akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya, mogok mengajar akan menghambat proses belajar-mengajar peserta didik di sekolah. “Kami sudah percayakan pemerintah daerah memberikan yang terbaik buat guru honorer K2,” ujar dia.

Sikap tersebut bukan berarti tidak solider dengan guru honorer K2 di daerah lain yang melakukan aksi mogok mengajar. Langkah tidak mogok mengajar, sambung dia, merupakan cara guru honorer K2 Solo untuk mengetuk pintu hati para pejabat.

Guru honorer K2 masih berpegang teguh terhadap ucapan pimpinan daerah yang menjanjikan penyelesaian dengan diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN). “Semoga dengan cara ini [tidak mogok mengajar] pintu hati pimpinan ataupun pejabat daerah terbuka. Semoga mereka menepati janji yang akan menuntaskan K2 menjadi ASN,” kata dia.